SketsaNusantara.id - Ngabuburit merupakan salah satu tradisi yang hanya ada di bulan Ramadhan.
Istilah ini cukup populer sejak lama hingga akhirnya berkembang menjadi beberapa fenomena sosial.
Meski tradisi Ngabuburit ini cukup familiar di sejumlah wilayah di Indonesia, namun rupanya kata Ngabuburit bukan berasal dari Bahasa Indonesia loh.
Baca Juga: 5 Tips Penting Menyambut Puasa Ramadhan 2025: Persiapan Fisik, Mental, dan Ibadah Maksimal
Ngabuburit adalah istilah yang diambul dari singkatan dalam Bahasa Sunda yaitu Ngalantung Ngadagoan Burit.
Dalam kamus Sunda-Indonesia yang diterbitkan Kemendikbud, kata burit sendiri memiliki arti senja atau sore.
Sehingga kata ngabuburit dapat diartikan sebagai bersantai sambil menunggu waktu sore.
Hingga akhirnya, kata Ngabuburit diserap menjadi Bahasa Indonesia dan dicatat secara resmi di Kamus Besar Bahasa Indonesia V tahun 2016.
Dalam KBBI V, kata burit menjadi kata dasar yang bermakna sore lalu turunannya yakni mengabuburit yang diartikan sebagai ‘menunggu adzan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadhan’.
Kendati tidak ada catatan resmi tentang kapan tepatnya tradis ini dimulai, tapi diyakini Ngabuburit sudah ada sejak zaman dahulu.
Baca Juga: Apem dan Megengan, Tradisi Islami Jelang Ramadhan
Ngabuburit biasanya diisi dengan aktivitas sederhana seperti duduk bersama keluarga di teras rumah atau berbincang dengan tetangga.
Artikel Terkait
5 Tips Penting Menyambut Puasa Ramadhan 2025: Persiapan Fisik, Mental, dan Ibadah Maksimal
Masih Pagi tapi Puasa Sudah Lemas? Dokter Zaidul Akbar Bagikan Tips agar Selalu Bugar di Bulan Suci Ramadhan
Bolehkah Olahraga Siang Hari Di Bulan Ramadhan? Ini Waktu yang Tepat untuk Olahraga Saat Puasa Menurut dr. Tirta
Puasa Ramadhan Tanpa Wajah Kusam! 7 Tips Ampuh agar Kulit Tetap Glowing dan Sehat Hanya dalam Sebulan
Benarkah Madu Tidak Boleh Diminum dengan Sendok Stainless Steel? Ini Penjelasan Dokter Zaidul Akbar agar Makin Sehat Selama Puasa Ramadhan