Sebagai sosok yang sudah lulus mengenyam jenjang pendidikan tinggi, guru tentu minimal menyandang gelar sarjana. Menurut Ario Djatmiko (2014), dengan menyandang gelar akademik, berarti seseorang menyerahkan seluruh hidupnya demi keilmuan dan kebenaran. Terutama dengan menjadi knowledge producer, bukan sekedar knowledge consumer. Kehormatannya diukur dari besarnya produk keilmuan. Dia yang terdepan dalam menjaga kemuliaan bangsanya.
Sejak tahun 2022, Kemendikbud RI sebenarnya pun sudah mendorong pembiasaan literasi di dunia pendidikan Indonesia. Baca tulis merupakan jenis literasi dasar yang harus dikuasai anak sebelum mengenal jenis literasi lainnya. Baik literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya, literasi finansial dan literasi digital.
Kondisi ini harus segera diakhiri dengan langkah konkrit. Tidak sekedar sebuah gerakan yang terbatas berlalunya waktu. Namun guru harus menjadi garda terdepan dalam membiasakan tradisi literasi. Terutama dalam konteks membaca dan menulis.
Menulis sebenarnya bukan suatu hal yang sulit bagi guru. Hanya diperlukan kemauan dan langkah konkrit untuk mewujudkan. Jika sebuah ide sudah muncul dalam benak pikiran, segera menulisnya dalam sebuah peta konsep (mind mapping) dulu. Perluas wawasan dengan membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan ide itu.
Jika sudah, paksakan diri untuk membiasakan menuangkan ide itu ke dalam beberapa kalimat dan paragraf. Urutkan berdasarkan kerangka berpikir (mind set) dan pesan yang hendak disampaikan lewat tulisan itu. Jika ini bisa dilakukan secara kontinyu, menulis akan menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan.
Juga, menulis seyogyanya tidak menggunakan pendekatan materialisme. Tapi lebih kepada sumbangsih bagi pengembangan sains untuk membangun peradaban bangsa. Pepatah pendek, publish or perish! harus benar-benar diterapkan. Karena hakikatnya tidak hanya siswa yang harus terus belajar membaca dan menulis.*
*Guru Aliyah Pesantren Seblak dan SMAN 1 Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!