sketsa

Menimbang Risiko Keberlanjutan Proyek Geothermal di Gunung Arjuno Welirang yang Mengancam Kelestarian Kawasan Lindung Beragam Biodiversitas, Siapkah?

Rabu, 14 Agustus 2024 | 21:41 WIB
Penampakan Gunung Welirang dengan potensi Geothermal yang melingkupinya (Instagram/@moch_bktiar)

SketsaNusantara.id - Gunung Arjuno Welirang, dengan pesonanya yang megah dan fungsinya sebagai sumber kehidupan, kini berada di persimpangan yang penuh tantangan.

Proyek geothermal yang tengah direncanakan di kawasan ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitarnya.

Sebuah kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh lembaga think tank RenovEnergy di Kota Batu baru-baru ini, mengundang kontroversi.

Baca Juga: Pasangan Bacada Jombang dalam Pilkada Serentak 2024, Sugiat-Gus Didin Konsentrasi Kantongi Rekomendasi 5 Parpol

Dilansir SketsaNusantara.id dari walhijatim.org, acara ini diadakan secara tertutup dan hanya untuk undangan terbatas, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada lingkungan hidup mereka.

Sejak tahun 2017, wacana tentang pemanfaatan energi geothermal di kawasan Arjuno Welirang terus digulirkan.

Sosialisasi yang dilakukan berulang kali seolah-olah ingin menormalisasi gagasan bahwa energi geothermal adalah solusi hijau dan berkelanjutan bagi kebutuhan energi.

Baca Juga: Bawa 3 Anak, Seorang Ibu di Tangerang Menghilang Setelah Kenalan dengan Orang via TikTok, Diduga Pergi ke Kalimantan

Namun, di balik narasi tersebut, ada banyak hal yang tidak disampaikan kepada publik. Energi geothermal, meskipun dianggap terbarukan, ternyata tidak sepenuhnya bebas risiko.

Kajian-kajian menunjukkan bahwa proyek geothermal dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan.

Salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan debit dan volume air pada sumber-sumber air di sekitar pembangkit listrik geothermal.

Baca Juga: 6 Fakta 18 Paskibraka Lepas Jilbab: Bertentangan dengan Pancasila hingga Mundur seperti Zaman Orde Baru

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu produktivitas pertanian dan merusak suplai air ke daerah hilir.

Selain itu, pencemaran air sungai dan air tanah dangkal akibat residu yang dihasilkan dari proses geothermal juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB