sketsa

Romi Jahat Berpulang: Tetaplah Lestari Bunga Kertas Merah Berduri

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:49 WIB
Penampilan Romi Jahat saat membawakan lagu Bunga Kertas Merah Berduri (YouTube Nilai Merah)

Kepergian Romi Jahat memicu gelombang duka dari komunitas musik independen. Musisi, kolega, dan penggemar menyampaikan belasungkawa, mengenang Romi sebagai sosok yang konsisten, jujur, dan setia pada sikap hidupnya. Banyak yang menyebut lagu-lagu Romi sebagai “arsip hidup” tentang catatan emosional tentang perlawanan, kekalahan, dan keberanian untuk tetap bersuara.

Kepergian Romi Jahat pada 10 Februari 2026 terasa seperti adegan terakhir dari lagu-lagunya sendiri. Dua lagu Romi & The Jahats, Film Murahan dan Bunga Kertas Merah Berduri menjadi lagu paling sering digunakan sebagai latar ucapan duka di media sosial. Kedua lagu ini terdengar berbeda dan meninggalkan kesan mendalam ketika kini diputar. 

Dalam Film Murahan, Romi menyanyikan hidup sebagai rangkaian adegan yang sering terasa gagal, tidak sempurna, dan jauh dari narasi indah yang dijanjikan. Liriknya tidak menempatkan manusia sebagai pemenang, melainkan figuran dalam cerita yang tak selalu adil. “Film murahan” di tangan Romi bukan hinaan, tetapi pengakuan bahwa hidup orang-orang pinggiran jarang diberi porsi yang besar, jarang diberi akhir bahagia. 

Sedangkan lagu Bunga Kertas Merah Berduri mencoba menampilkan sisi romantis namun penuh dengan lirik yang satir. Cerita yang getir, khas kelas pinggiran yang penuh luka ini dibalut dengan metafora pemujaan tokoh yang digambarkan sebagai Bunga Kertas Merah Berduri. Ia berbicara tentang kenyataan hidup yang seringkali menghimpit. 

Bagi komunitas punk dan musik independen, kematian Romi Jahat bukan sekadar kabar duka, melainkan momen membaca ulang lagu-lagunya. Banyak yang kembali memutar Film Murahan dan menemukan kegetiran yang dulu terasa biasa, namun kini terasa sangat menyedihkan. Banyak pula yang mendengar ulang Bunga Kertas Merah Berduri sebagai pengingat bahwa bertahan hidup di antara semak belukar selalu menuntut keberanian yang sunyi.

Selamat jalan Romi Jahat, tetaplah abadi dalam lagu.

Nasib kita sama, terpenjara dan tak berdaya. Hanya doa yang kita punya. Lancangkah aku meminta, agar engkau tak putus asa. Tetaplah berbunga kertas merah berduri. Umpama takdir tak berpihak roda nasib pun tak bergerak, tetaplah lestari bunga kertas merahku...

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB