Kegiatan bimbingan teknis ini juga mempertemukan para pemangku kepentingan dari satuan pendidikan nonformal. Sehingga, mereka dapat berbagi pengalaman mengelola pembelajaran di lingkungan masyarakat. Mereka mempelajari cara merancang kegiatan interaktif menggunakan perangkat IFP. Sesi microteaching juga diwajibkan. Hal ini bertujuan agar dapat menguji keterampilan mengajar dengan memanfaatkan perangkat tersebut dalam situasi yang lebih nyata.
Langkah-langkah ini penting agar guru tidak hanya memahami teori tetapi juga membangun kebiasaan baru dalam memanfaatkan teknologi secara wajar dan efisien.
Perjalanan digitalisasi pendidikan tidak mungkin dilepaskan dari peran guru. Dukungan pemerintah melalui perangkat yang memadai dan pelatihan yang terstruktur hanyalah titik awal. Transformasi pendidikan yang sesungguhnya berada di tangan guru. Ketika guru bersedia mempelajari hal baru serta membuka diri pada perubahan, maka digitalisasi akan menjadi gerakan yang memberi manfaat luas bagi murid.
Perangkat secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa sentuhan nilai kemanusiaan yang hadir melalui guru. Di sinilah letak keindahan profesi guru. Teknologi menjadi pelengkap tetapi guru tetap menjadi cahaya dalam perjalanan belajar murid.
Momentum HGN
Hari Guru Nasional adalah momen untuk merenungkan kembali kemuliaan profesi ini. Guru selalu menjadi sosok yang menggerakkan perubahan melalui pengorbanan dan ketulusan. Kini, ketika dunia pendidikan bergerak memasuki era digital, guru ditantang untuk terus berbenah. Perubahan mungkin terasa melelahkan. Tetapi perubahan juga membuka jalan untuk karya yang lebih bermakna. Ketika guru mempelajari penggunaan perangkat IFP lalu menggunakannya dalam kegiatan belajar maka sesungguhnya guru sedang memuliakan murid dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik. Pada saat yang sama, guru juga sedang memuliakan profesinya sendiri karena ia menunjukkan komitmen nyata untuk terus berkembang.
Kemajuan teknologi tidak akan menggantikan peran guru. Tetapi kemajuan teknologi akan memudahkan guru dalam memperkaya proses belajar. IFP memungkinkan guru menghadirkan simulasi visual hingga penjelasan konsep yang selama ini sulit dilakukan hanya melalui papan tulis. Guru dapat menampilkan video pembelajaran menjalankan aplikasi interaktif membuat catatan langsung di layar hingga melibatkan murid dalam kegiatan kolaboratif. Semua ini dapat membuat murid lebih mudah memahami materi sekaligus lebih antusias dalam mengikuti kegiatan belajar.
Namun wajib diingat adalah kesediaan guru untuk terus menyesuaikan diri. Setiap perubahan selalu dimulai dari kemauan untuk mencoba. Guru tidak dituntut menjadi ahli teknologi, tetapi cukup memiliki keberanian untuk memulai. Banyak guru yang pada awalnya ragu. Mereka khawatir tidak mampu mengoperasikan perangkat yang terlihat rumit. Namun setelah mendapatkan bimbingan dan kesempatan latihan banyak dari mereka menjadi lebih percaya diri. Mereka menyadari bahwa kunci utama bukan pada kecanggihan perangkat, tetapi pada kemauan untuk belajar.
Digitalisasi pendidikan memberikan kesempatan baru bagi guru untuk mengangkat derajat profesinya. Ketika guru mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya secara bijak, maka masyarakat akan melihat bahwa profesi guru adalah profesi yang terus berkembang. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga penggerak inovasi di ruang kelas. Pemerintah telah memberikan fasilitas dan pendampingan. Kini waktunya guru mengambil peran sebagai pelaku utama perubahan.
Momentum Hari Guru Nasional (HGN) ini menjadi panggilan bagi seluruh pendidik untuk melangkah lebih jauh. Dengan dukungan perangkat yang memadai dan pelatihan yang berkelanjutan, guru memiliki modal kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermutu.
Digitalisasi tidak dimaksudkan menggantikan nilai nilai luhur dalam Pendidikan, tetapi justru memperkuatnya. Melalui teknologi guru dapat menjangkau murid dengan cara yang lebih kreatif dan relevan. Dunia berubah begitu cepat dan murid menghadapi tantangan baru. Hanya guru yang terus belajar yang dapat menuntun murid menghadapi masa depannya.
Pemerintah telah memberikan dukungan yang kuat. Kini saatnya guru menjadikannya jembatan menuju pembelajaran yang semakin memerdekakan murid. Perangkat IFP yang ditempatkan di ruang kelas adalah simbol kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas guru.