sketsa

Spring Code Tamasya Halaman Belakang: Menyusun Ulang Ingatan Kota, Menghidupkan Memori Air, dan Merawat Solidaritas Ekologis Lewat Seni Kolektif

Senin, 29 September 2025 | 09:00 WIB
Nabila, salah satu anggota kolektif Tamasya Halaman Belakang, melakukan performa di rangkaian acara Spring Code (SketsaNusantara.id/ Zuhana Anibuddin Zuhro)

Di tanah basah Sumber Beringin, di antara bahasa ngoko dan celoteh Madura, Spring Code mengingatkan bahwa air bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga soal bagaimana kita merawat ingatan, kebudayaan, dan kebersamaan.

Bersama Tamasya Halaman Belakang, kita diajak mengalami peristiwa tentang tanah yang benar-benar basah, seperti rawa-rawa, di sebuah lingkungan bernama Sumber Beringin, dengan orang-orang yang berceloteh dengan bahasa ngoko. Bukankah itu sangat Jember?***

*Penulis adalah pemerhati sejarah Jember

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB