Baca Juga: Turut Prihatin dengan Kondisi Tanah Air, Wendy Cagur Pesankan Hal Ini untuk Semua
Melalui refleksi ini, kita diajak kembali pada semangat awal pendidikan nasional, yakni menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak. Agar, mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat. Semangat tersebut jelas tidak dapat diwujudkan dengan memaksakan kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Sudah saatnya kita mengevaluasi kembali pelaksanaan lima hari belajar dan dengan jujur mengakui bahwa kebijakan enam hari belajar lebih sesuai dengan konteks tumbuh kembang anak Indonesia.
Kembali ke enam hari belajar bukan berarti mundur dari modernisasi pendidikan. Justru sebaliknya, ini adalah upaya menempatkan kebijakan pada jalur yang tepat, yang berpihak pada anak sebagai subjek utama pendidikan. Dengan distribusi waktu yang lebih proporsional, kita bisa menciptakan sistem pendidikan yang benar-benar mendukung anak untuk tumbuh seutuhnya, tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam karakter, kesehatan, dan kebahagiaan.***
*Pegiat Pendidikan Nonformal dan Informal; Ketua bidang Peningkatan Mutu PTK DPW FK-PKBM Jatim, LP Ma'arif PCNU Jombang bidang PNF
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!