Dalam Surah Al-Anfal ayat 2 disebutkan: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.”
Hari Arafah adalah momen untuk memperbarui keimanan tersebut. Melalui ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh penghayatan, seseorang akan merasakan kedekatan dengan Sang Khalik dan menyadari bahwa hidup ini adalah tentang berjuang dan bersabar dalam ketaatan.
Refleksi Sosial dari Puasa Arafah
Selain dimensi individual, puasa Arafah juga mengandung pesan sosial. Ia mengingatkan bahwa banyak orang yang merasakan lapar setiap hari, bukan karena berpuasa, melainkan karena kemiskinan. Dengan berpuasa, kita diajak untuk menumbuhkan empati, membuka kepedulian sosial, dan membangun kesalehan yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berdampak sosial.
Hari Arafah dan puasa yang menyertainya adalah laboratorium iman dan kesabaran. Di hari yang agung ini, marilah kita manfaatkan untuk memperkuat relasi dengan Allah, mempertebal kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, serta memperbarui keimanan agar kita menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertaqwa.
Selamat menunaikan puasa Arafah. Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang sabar dan beriman.***
*Dosen PGMI Unhasy Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini