5. Cerita wayang harus diisi dakwah Agama yang mengandung keimanan,
ibadah, akhlak, kesusilaan, dan sopan-santun.
6. Cerita-cerita wayang terpisah menurut karangan Walmiki dan Wiyasa harus diubah lagi menjadi dua cerita yang bersambung dan mengandung jiwa Islam.
7. Menerima tokoh-tokoh cerita wayang dan kejadian-kejadian hanya sebagai lambang yang perlu diberi tafsiran tertentu yang sesuai perkembangan sejarah, di mana tafsiran-tafsiran harus sesuai dengan ajaran Islam.
8. Pergelaran seni wayang harus mengikuti aturan susila dan jauh dari maksiat.
9. Memberikan makna yang sesuai dengan dakwah Islam pada seluruh unsur seni wayang, termasuk gamelan, tembang-tembang, tokoh-tokoh, dan lakon-lakon.
Itulah 9 warisan dari Wali Songo yang akhirnya membentuk seni wayang kulit yang dikenal masyarakat Indonesia hingga zaman sekarang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!