Ulama sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari juga bersikap serupa.
Bahkan kakek mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ini sampai ditangkap dan ditahan selama 4 bulan oleh Jepang karena tak mau melakukan Seikerei.
Bahkan pendiri pesantren Tebu Ireng ini disiksa oleh tentara Jepang hingga salah satu jarinya patah dan telapak tangan kirinya remuk.
Penolakan juga datang dari ulama di priyangan, yakni KH Zainal Mustafa dari Tasikmalaya.
Ia bahkan meminta para santrinya untuk memperkuat keyakinan serta belajar pencak silat.
Dianggap sebagai ancaman, KH Zainal Mustafa akhirnya ditangkap Jepang yang memicu lahirnya peristiwa Perlawanan Singaparna pada tahun 1944.
Salah satu ulama yang juga menentang Seikerei adalah Ki Bagus Hadikusuma, mantan Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah periode 1942-1953.
Dikutip dari situs Muhammadiyah, Ki Bagus adalah tokoh utama yang mengajak umat Islam menolak ritual wajib dari kolonial Jepang untuk melakukan Seikerei.
Bahkan ajakan Ki Bagus makin meluas hingga ke Sumatera, membuatnya harus berhadapan dengan Gubernur Militer Jepang yang berada di Yogyakarta.
Dan itulah 4 ulama dan tokoh besar Indonesia yang menolak Seikerei zaman penjajahan Jepang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!