religi

4 Kyai yang Menolak Seikerei Zaman Jepang hingga Ditangkap dan Disiksa, Ada Ayah Buya Hamka hingga Ulama NU

Sabtu, 27 Juli 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi kisah 4 ulama menolak Seikerei (Tangkapan layar YouTube aqilah mr.)

Ulama sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari juga bersikap serupa.

Bahkan kakek mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ini sampai ditangkap dan ditahan selama 4 bulan oleh Jepang karena tak mau melakukan Seikerei.

Baca Juga: Biografi Mahbub Djunaidi, Tokoh NU dengan Julukan Sang Pendekar Pena, Benarkah Menjadi Ketua Umum PMII yang Pertama?

Bahkan pendiri pesantren Tebu Ireng ini disiksa oleh tentara Jepang hingga salah satu jarinya patah dan telapak tangan kirinya remuk.

Penolakan juga datang dari ulama di priyangan, yakni KH Zainal Mustafa dari Tasikmalaya.

Ia bahkan meminta para santrinya untuk memperkuat keyakinan serta belajar pencak silat.

Baca Juga: Kontroversi Kerja Paksa Romusha Zaman Penjajahan, Ternyata Ini Negosiasi Soekarno dengan Pemerintah Jepang

Dianggap sebagai ancaman, KH Zainal Mustafa akhirnya ditangkap Jepang yang memicu lahirnya peristiwa Perlawanan Singaparna pada tahun 1944.

Salah satu ulama yang juga menentang Seikerei adalah Ki Bagus Hadikusuma, mantan Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah periode 1942-1953.

Dikutip dari situs Muhammadiyah, Ki Bagus adalah tokoh utama yang mengajak umat Islam menolak ritual wajib dari kolonial Jepang untuk melakukan Seikerei.

Baca Juga: Mengulik Kisah KH Imam Zarkasyi, Ulama Besar Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang Punya Pemikiran Melampaui Zaman

Bahkan ajakan Ki Bagus makin meluas hingga ke Sumatera, membuatnya harus berhadapan dengan Gubernur Militer Jepang yang berada di Yogyakarta.

Dan itulah 4 ulama dan tokoh besar Indonesia yang menolak Seikerei zaman penjajahan Jepang.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini