SketsaNusantara.id - Seikerei, adalah salah satu budaya yang dibawa Jepang saat menjajah Indonesia.
Rakyat Indonesia saat itu harus melakukan Seikerei yang tak lain adalah penghormatan kepada dewa Matahari dengan membungkukkan badan.
Hal ini tentu saja ditentang oleh banyak rakyat Indonesia, termasuk dari kalangan ulama.
Apalagi posisi Seikerei menyerupai posisi rukuk saat sedang sholat.
Penolakan bahkan sempat ditunjukkan oleh para ulama langsung di hadapan para pembesar Jepang.
Salah satunya oleh Abdul Karim Amrullah, ayah dari ulama sekaligus sastrawan asal Sumatera Barat yang dikenal dengan nama Buya Hamka.
Saat itu, Abdul Karim Amrullah menghadiri sebuah pertemuan di Bandung.
Saat pembesar Jepang memasuki ruangan, diadakanlah proses Seikerei.
Namun Ayah Buya Hamka menolak hingga menimbulkan ketegangan.
Namun setelah dijelaskan bahwa menurut ajaran Islam rukuk hanya semata-mata kepada Allah, akhirnya muslim di Indonesia boleh untuk tidak melakukan Seikerei.