Santri-santri Nabi Muhammad Dulu dikenal dengan sebutan Ashabul Shuffah yang tinggal di luar atau serambi masjid di masa itu.
Pengertian dari Ash-Shuffah atau Ashabul Shuffah yaitu para sahabat Nabi Muhammad SAW yang yang tinggal di serambi masjid Nabawi, Madinah.
Golongan sahabat tersebut bisa dikatakan sebagai santri Rasulullah yang bermukim di serambi masjid untuk menimba ilmu agama.
Sama seperti gambaran para santri salaf di pesantren saat ini yang mengabdikan diri kepada Kyai, santri dan sahabat Rasulullah SAW pun demikian.
Di zaman itu, para santri Nabi Muhammad SAW setiap saat melakukan interaksi dengan sang Kyai.
Ash-Suffah memilih hidup zuhud beribadah siang malam, dan mendalami ilmu agama kepada Nabi Muhammad SAW.
Jalinan kedekatan Ashabul Shuffah yang intensif dengan Rasulullah membuatnys tidak hanya mendapat bimbingan tentang ilmu rohani.
Baca Juga: Siapa Guru KH Hasyim Asy’ari? Pernah Juga Berguru saat Pesantren di Kota Makkah, Arab Saudi
Para santri Nabi Muhammad di pesantren Ash-Shuffah juga menjadi periwayat hadits terkemuka.
Berdasarkan pendapat para sejarahwan, kelompok santri Ash-Shuffah ini orang yang hijrah ke Madinah.
Mereka biasanya diarahkan untuk menemui Nabi Muhammad SAW di Madinah terlebih dahulu, barulah diarahkan menuju orang Anshar yang dikatakan bisa menjamin hidupnya.
Namun, ketika orang Anshar atau orang lain tidak bisa menjaminnya, maka mereka ditampung di Ash-Shuffah yang bermukim di sementara hingga mendapat jalan keluarnya.