Kamis, 4 Juni 2026

Sosok KH Idham Chalid, Seorang Politikus dan Tokoh Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Pada Tahun…

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Juli 2024 | 17:15 WIB
Sosok KH Idham Chalid (youtube.com/Awaluddin Faj)
Sosok KH Idham Chalid (youtube.com/Awaluddin Faj)

SketsaNusantara.id - KH Idham Chalid adalah seorang politikus dan sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama.

Sebelum ia terjun ke Nahdlatul Ulama, ia pernah menjadi seorang guru di Madrasah Pondok Modern Gontor dan pernah belajar di sana di tahun 1940.

Pada tahun 1944, KH Idham Chalid memimpin Normal Silam School serta menghimpun beberapa pesantren dengan membangun Ittihad Al Ma’ahid Al islamiyyah.

Baca Juga: Kenal Lebih Jauh dengan Martha Christina Tiahahu, Si Gadis Pemberani dari Tanah Maluku Ternyata Anak dari...

Selanjutnya, pada tahun 1956 ia membangun perguruan islam Darul Ma’arif di Jakarta dan membangun Pendidikan Yatim Darul Qur’an si Cisarua, Bogor di tahun 1960.

KH Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan tanggal 27 Agustus 1921. Ia menjadi Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama dimulai dari tahun 1956-1984.

Ia memimpin organisasi tersebut selama 28 tahun dan mulai tertarik pada NU saat ia bergabung dalam Pemuda Ansor pada tahun 1952. Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Sekretaris jenderal PBNU.

KH Idham Chalid dikenal sebagai sosok yang cerdas mengambil sikap berpartisipasi dengan pemerintah.

Baca Juga: Siapa Tumenggung Endranata? Sosok yang Dikenang Sebagai Pengkhianat Sultan Agung dan Diperlakukan Tragis Hingga Kini

Ia mengambil sikap tersebut supaya kelompok Islam terwakili dalam pemerintahan dan dapat memperjuangkan kepentingan umat islam untuk mengimbangi kekuatan PKI yang besar meskipun ia mendapat banyak kritikan.

Sebagaimana yang telah dilansir dari laman ikpni.or.id oleh SketsaNusantara.id, ia juga pernah bergabung dalam badan perjuangan Serikat Muslim Indonesia (Sermi) lalu Sentral Organisasi pemberontak Indonesia Kalimantan (SOPIK) saat perang kemerdekaan dan ia mendirikan Fonds Nasional Indonesia Kalimantan bersama Letnan Kolonel Hassan Basri.

Ia bergerilya bersama a divisi IV ALRI kemudian pernah diangkat menjadi penasihat. Di tahun 1949 ia ditangkap Belanda dan baru dibebaskan pada bulan November.

Baca Juga: Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?

KH Idham Chalid juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri II dan Menteri Utama Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Lalu ia juga menjadi anggota dalam beberapa lembaga kenegaraan seperti DPR, Konstituante, DPA, dan MPR hingga pernah menjabat menjadi Ketua DPR dan Ketua MPR. Ia wafat pada tanggal 10 Juli 2010 di Jakarta.***

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: ikpni.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X