SketsaNusantara.id- Warga Indonesia, khususnya Maluku pasti sudah tidak asing lagi dengan pahlawan satu ini.
Merupakan pejuang seorang perempuan muda yang membela tanah kelahiran, Maluku, Indonesia.
Ia dikenal dengan nama Martha Crhistina Tiahahu. Pejuang perempuan yang patut dijadikan contoh saat gigih melawan Belanda.
Melansir dari YouTube Mohamad Rafly, pejuang muda darah Maluku ini lahir dari pasangan suami dan istri.
Sang ayah dikenal sebagai kapitan. Dikenal dengan nama Kapitan Paulus Tiahahu. Sejak kecil, ia merawat putri semata wayangnya.
Martha Christina Tiahahu sudah ditinggal oleh ibunya sejak kecil. Sehingga sang ayah yang merawatnya hingga menjadi seorang gadis.
Pejuang dari Maluku ini dilahirkan di Nusa Laut, pada 4 Januari 1800. Saat masa remaja, keadaan Maluku begitu naas.
Kala itu Maluku dikenal sebagai daerah yang kaya akan hasil bumi. Seperti rempah-rempah, pala, hingga cengkeh.
Maka tak heran jika kolonial Belanda melirik Maluku dan berkeinginan untuk menguasainya. Belanda menyerang warga Maluku.
Saat itu, Martha Christina Tiahahu pun tergerak hatinya untuk menjadi bagian dari pejuang tanah kelahirannya.
Memasuki usia 17 tahun, ia ikut angkat senjata untuk menjadi pahlawan dalam melawan Belanda. Ia berangkat bersama rombongan ayahnya ke Desa Ouw, Ullath, Pulau Saparua.
Artikel Terkait
Masjid Kuno Beratap Pelepah Daun Sagu di Maluku Ini Telah Berumur 7 Abad, Konon Bisa Berpindah Secara Gaib...
Bukti Telah Menang dari Sejarah, 10 Kekuatan Pasukan Elit Indonesia Ini Mengalahkan Tentara Belanda, Kok Bisa?
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda
Mengenal Lebih Dekat Supriyadi PETA, Pahlawan Nasional yang Dikenal dengan Pemberontakannya Melawan Penjajah
Kisah Supriyadi jadi Menteri Pertahanan, Pahlawan Pemberontakan PETA Blitar yang Jejaknya Hilang Entah ke Mana
Siapa Sosok Kapitan Jonker? Mengenal Kesatria Maluku yang Gagah Namun Berakhir Tragis karena Pengkhianatan VOC