Bertepatan dengan kelahiran Sunan Giri, di Kerajaan Blambangan tengah terjadi wabah yang cukup besar.
Raja Blambangan menduga bahwa datangnya wabah penyakit yang melanda wilayahnya itu ada hubungannya dengan bayi laki-laki (Sunan Giri) yang lahir.
Segera, Raja Blambangan meletakkan putra Maulana Ishak ke dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke tengah laut.
Ada sedikit perbedaan dengan Nabi Musa as saat masih bayi dihanyutkan ke Sungai Nil, sedangkan Sunan Giri dihanyutkan ke laut.
Bayi Sunan Giri yang berada di dalam peti itu pun akhirnya tersangkut di sebuah kapal.
Dikisahkan bahwa pemilik kapal yang tak sengaja bertemu bayi Sunan Giri itu adalah Nyai Pinatih yang berlayar menuju ke wilayah Bali.***