Pada akhir tahun 1640, kapal Inggris dari Surat, India, tiba di Banten, membawa orang Jawa yang telah pergi ke Makkah melalui Surat.
Pada 27 Januari 1641, kapal Inggris berangkat dari Banten menuju Jawa dengan membawa utusan Jawa dari Mataram yang baru kembali dari Makkah, diawasi oleh beberapa kapal dari Raja Banten.
Menurut catatan pada Dagregister 1 Juli 1641, De Graaf menyebutkan bahwa Raja Mataram telah diakui sebagai Sultan Mataram.
Namun, gelar Sultan Agung, yang terkenal sekarang, belum diberikan kepada raja Mataram ketiga selama hidupnya.
Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang tidak hanya dalam perang, tetapi juga dalam inovasi kebudayaan dan administrasi.
Sultan Agung meninggal pada 1643, meninggalkan warisan besar sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah Mataram.***