Dengan restu ayahnya, Putri Ong Tien menyusul Sunan Gunung Jati yang sudah kembali ke tanah Jawa.
Putri Ong Tien diantar oleh ribuan pengawal mengarungi lautan hingga akhirnya sampai ke tanah Jawa membawa berbagai cendera mata berupa keramik-ceramik cantik.
Singkat cerita, setelah Putri Ong Tien sampai di tanah Jawa khusunya di wilayah Cirebon, Sunan Gunung Jati akhirnya menikah dengan sang putri.
Dari cerita inilah muncul sejarah akulturasi budaya antara Jawa dan Tionghoa yang berasal dari kisah cinta Putri Ong Tien dan Sunan Gunung Jati.
Setelah menjadi mualaf dan memeluk Islam, Putri Ong Tien dijadikan istri Syarif Hidayatullah dan setia mendampingi suaminya berdakwah.
Cerita lain ditambahkan bahwa tentara yang mengawal Putri Ong Tien juga ikut menetap di wilayah Cirebon dan menikah dengan masyarakat pribumi.
Akulturasi budaya Jawa-Tionghoa semakin menguat dengan adanya peninggalan keramik dan benda-benda dari Tiongkok yang dibawa oleh Putri Ong Tien.***