SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban dianjurkan bagi umat Islam yang mampu untuk berkurban.
Berkurban atau menjadi shohibul kurban bukan seumur hidup sekali, tapi setiap tahun jika berkecukupan dan mampu.
Tidak harus berkurban satu ekor sapi, apabila mampu kurban kambing atau domba 1 ekor itu diperbolehkan.
Sunnah muakad hukumnya untuk menjalankan ibadah Idul Adha dengan memberikan 1 hewan kurban untuk dipotong bagi yang mampu.
Idul Adha juga bertepatan dengan momen haji dan puncaknya saat wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Ada beberapa sunnah yang bisa diikuti oleh shohibul kurban seperti yang dilakukan oleh para jamaah haji.
Bagi mereka yang haji melakukan wukuf di Padang Arafah, bagi yang belum berhaji bisa berpuasa sunnah di Hari Arafah.
Selain itu ada sunnah larangan memotong kuku dan rambut bagi shohibul kurban sebelum Idul Adha.
Mengapa shohibul kurban atau orang yang berkurban tidak boleh potong kuku dan rambut?
Baca Juga: 10 Desain Poster Idul Adha 1445 Hijriah, Gambar Islami Tema Hari Raya Kurban Penuh Kambing Lucu
Dikutip SketsaNusantara.id dari tayangan YouTube Buya Yahya pada 13 Agustus 2019 lalu, ada maksud sunnah Idul Adha tersebut bagi yang berkurban.
"Bagi yang akan berkurban itu disunnahkan ingat bukan wajib ya, sunnah untuk meniru gaya orang naik haji," ujar Buya Yahya.