religi

Apa itu Hari Tasyrik? Inilah Asal Mula Aturan Dilarang Berpuasa Setelah Hari Raya Idul Adha dan Amalan yang Sebaiknya Dilakukan Pasca Qurban

Rabu, 27 Mei 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi hari tasyrik pasca Hari Raya Idul Adha ketika umat muslim dilarang berpuasa dan menyambung tali silaturahmi berkumpul bersama keluarga (freepik)

SketsaNusantara.id - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam akan memasuki momen istimewa yang dikenal sebagai Hari Tasyrik. Pada tahun ini, Hari Tasyrik diperkirakan jatuh pada tanggal 28 hingga 30 Mei 2026, bertepatan dengan 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.

Ketiga hari penting setelah Idul Adha memiliki banyak keutamaan. Namun, berbeda dengan hari-hari lainnya, umat Islam justru diharamkan menjalankan puasa pada periode tersebut.

Larangan puasa saat Hari Tasyrik ditegaskan dalam beberapa riwayat dalam hadits shahih. Rasulullah SAW bersabda, "Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan banyak mengingat Allah." (HR Muslim No, 1141)

Dari Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan menyampaikan pesan, "Janganlah kalian berpuasa pada hari ini (hari Tasyrik), karena hari-hari ini adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah." (HR. Abu Daud No. 2418)

Baca Juga: Kenapa Disebut Hari Tasyrik? 4 Amalan Sunnah Selama Hari Tasyrik Idul Adha 2024, Lakukan Selama Tiga Hari

Hadits tersebut menjadi salah satu landasan larangan berpuasa pada Hari Tasyrik. Amalan puasa sunnah baru diperbolehkan kembali setelah 3 hari setelah Hari Raya Kurban.

Lantas, mengapa disebut Hari Tasyrik? Menariknya, asal mula penetapan hari istimewa ini ternyata berasal dari kebiasaan umat Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijelaskan bahwa kata "Tasyrik" berasal dari bahasa Arab yang berarti menjemur atau mengeringkan.

Pada zaman dahulu, umat Islam menjemur daging hewan kurban di bawah sinar matahari agar menjadi lebih awet dan dapat disimpan lebih lama.

Baca Juga: Catat! 3 Amalan Hari Tasyrik Idul Adha 2025/1446 Hijiriah, Kerjakan untuk Mendapatkan Keutamaannya

Tradisi ini dilakukan karena jumlah daging kurban yang melimpah ruah setelah Idul Adha. Dari sinilah istilah Hari Tasyrik muncul dan terus dikenal hingga sekarang sebagai bagian dari rangkaian hari raya kurban.

Hari Tasyrik juga dikenal sebagai momen memperbanyak rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Umat muslim dianjurkan menikmati hidangan, dari daging hewan kurban yang disembelih dan momen ini bisa menyambung tali silaturahmi bersama keluarga, tetangga, dan kerabat.

Selain dianjurkan untuk makan dan minum, Hari Tasyrik juga merupakan momen untuk memperbanyak ibadah. Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setelah Idul Adha.

Salah satunya adalah memperbanyak zikir dan takbir. Umat Islam dianjurkan membaca takbir muqayyad setelah melaksanakan salat fardhu. Selain takbir, umat muslim juga dianjurkan memperbanyak  membaca kalimat tahmid, tahlil, istighfar, dan berbagai doa kebaikan.

Halaman:

Tags

Terkini