“Sebaiknya kita mendahulukan bayar utang (puasa Ramadhan),” kata Buya Yahya sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Salah satu alasannya yakni dikhawatirkan utang tersebut terlambat dibayar.
“Dari pada nanti terlambat, suami yang kena nanti,” imbuh ulama bernama asli Yahya Zainul Ma’arif itu.
Namun, Buya Yahya menambahkan bahwasanya dengan sifat Maha Pengasih Allah SWT, umat Islam yang membayar utang terlebih dahulu juga akan menerima pahala puasa Syawal.
“Allah kan Maha kasih. Ibu bayar utang pas di Bulan Syawal, maka ibu dapat pahala Syawal,” ujar Buya Yahya lagi.
Namun jika melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu, maka tidak akan menerima pahala membayar utang puasa Ramadhan.
“Jangan dibalik. Puasa sunnah saja, utangnya nggak kebayar. Saya jalankan sunah Syawal. Sah sunahnya, tapi utangnya belum kebayar,” jelas Buya lagi.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Ramadhan, Bolehkah Dilakukan Tidak Berurutan?
Berbeda jika membayar utang puasa Ramadhan terlebih dahulu, maka pahala Syawal akan tetap diterima.
“Tapi kalau bayar utang, sunahnya dapat, cukup mengqadha pausa Ramadhan di bulan Syawal ini,” pungkasnya.
Lantas bagaimana niat bacaan qadha puasa di bulan Syawal dan tetap mendapatkan pahala puasa sunah Syawal?
Buya Yahya menjelaskan, untuk niat, cukup membaca niat untuk membayar utang puasa.
Sebab, dalam Mahzab Imam Syafii. jika membaca niat qadha puasa sekaligus puasa sunah syawal, maka tidak sah puasa tersebut.