religi

Rekan Kerja Toxic Bikin Tidak Nyaman, Ini Panduan Sikap Menurut Ajaran Islam dan Tradisi NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi, tips Islam menghadapi rekan kerja yang toxic. (Pexels/Mateusz Haberny)

Dalam literatur klasik, ulama menjelaskan larangan bergaul dengan pihak merugikan.
Orang yang gemar menggunjing dan berbuat kebatilan disebut membawa mudarat. Pandangan ini relevan dengan definisi pertemanan toxic saat ini.

Al Quran juga mengingatkan penyesalan akibat salah memilih teman. Penyesalan tersebut digambarkan sebagai akibat mengikuti pergaulan menyesatkan. Pesan ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam relasi sosial.

Tradisi NU menekankan sikap menjaga diri tanpa memutus nilai kemanusiaan. Menghindari dampak buruk pertemanan dilakukan dengan cara yang beradab. Prinsip ini bertujuan menjaga keseimbangan sosial dan spiritual.

Dengan merujuk ajaran Islam, sikap selektif dalam pertemanan menjadi kebutuhan.
Lingkungan kerja yang sehat pun membantu menjaga stabilitas emosional.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini