Minggu, 19 Juli 2026

Sya'ban, Bulan Ruwah Menurut Tradisi Jawa yang Berarti Ngruwat Arwah

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 16:35 WIB
Pengurus JASNU saat memimpin jalannya kegiatan untuk merayakan datangnya bulan Ramadan. (SketsaNusantara.id)
Pengurus JASNU saat memimpin jalannya kegiatan untuk merayakan datangnya bulan Ramadan. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Sedikitnya seribu jamaah memadati halaman Masjid Ar-Rahman Desa Balongbesuk, Diwek, Jombang, Sabtu 24 Januari 2026, malam. Mereka menghadiri kegiatan Gebyar Shalawat yang digelar Jam'iyah Shalawat Nahdlatul Ulama (JASNU).

Sebagian besar jamaah bahkan meluber di jalanan desa sekitar masjid. Mereka berasal dari pengurus ranting NU, lembaga, badan otonom (banom) dan masyarakat setempat.

Tampak hadir sebagai tamu undangan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek, KH Hamdi Sholeh. Termasuk Katib Syuriah MWCNU Gus Muhammad Sobby dan jajaran perangkat Desa Balongbesuk.

Baca Juga: Mengenal KH Adlan Aly, Ulama Hafiz Qur'an dan Pendiri Pesantren Putri Pertama di Cukir Jombang

Kepala Desa Balongbesuk, Mochammad Syaifur, merasa bangga wilayahnya dijadikan lokasi malam shalawat oleh JASNU. "Ini yang kedua kalinya, tapi masyarakat Desa Balongbesuk tetap antusias menyambut jamaah JASNU," ujarnya.

Persiapan panitia, lanjutnya, sudah dilakukan jauh hari. "Bahkan anggota Fatayat dan Muslimat NU sudah latihan dua bulan lalu untuk tim paduan suara," imbuhnya.

Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, mengapresiasi kekompakan panitia dan jamaah. Dia menyadari bahwa kegiatan besar seperti ini tentu membutuhkan anggaran besar.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Gus Baha Menjelang Ramadhan? Kerjakan Saja Ibadah ini di Rumah

"Semoga dengan perantara acara ini, semua rezeki dibuka oleh Allah," harapnya.

Kiai Hamdi juga menekankan pentingnya kebersamaan tanpa memandang status sosial dalam majelis tersebut. "Kalau sudah kumpul seperti ini, semua sama," tambahnya.

Saat memberikan tausiyah, Gus Ahmad Muzakki mengupas makna bulan Sya'ban atau yang dalam tradisi masyarakat Jawa sering disebut bulan Ruwah.

"Ruwah artine ngruwat arwah. Kirim dungo kanggo sing sampun sedo," terangnya.

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadhan 1447 Hijriah Dimulai? Cek Doa Awal Melihat Hilal Sesuai Sunnah

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Gus Muzaki mengingatkan jamaah untuk saling memaafkan, utamanya kepada orang tua dan saudara. Ia menyayangkan fenomena hubungan kekerabatan yang mulai renggang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X