SketsaNusantara.id - Tahun Baru Hijriyah bukan sekadar penanda pergantian kalender bagi umat Islam.
Tahun baru ini juga menjadi momentum spiritual untuk merenungi perjalanan hidup, memperbarui niat, dan meneguhkan kembali komitmen keislaman.
Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), tahun baru Hijriyah adalah bagian dari tradisi keagamaan yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebangsaan, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan dalam membangun peradaban yang rahmatan lil 'alamin.
Dalam pandangan NU, hijrah bukanlah melulu soal perpindahan fisik. Namun, lebih dalam dari itu: hijrah adalah transformasi batin dan sosial, menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.
Oleh karena itu, Tahun Baru Hijriyah adalah waktu yang tepat untuk memperbaharui komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, meneguhkan peran warga NU sebagai penjaga tradisi Islam yang moderat, toleran, dan berpihak pada keadilan sosial.
Dirangkum SketsaNusantara.id dari NU.or.id, berikut ini adalah poin-poin ringkasan teks Khutbah Jumat NU untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 H.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU 11 April 2025: Usai Ramadhan dan Lebaran, Mari Tetap Istiqomah dalam Kesederhanaan
1. Syukur kepada Allah SWT atas segala karunia dan rahmat yang diberikan kepada hamba-Nya.
2. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan umat manusia.
3. Umat Islam kini berada di penghujung tahun 1446 H dan menyongsong 1447 H.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU 28 Maret 2025: Selamat Tinggal Ramadhan 1446 H
4. Waktu yang terus berjalan merupakan pengingat bahwa umur manusia makin berkurang.
5. Tahun baru Hijriyah adalah momentum evaluasi diri, meningkatkan iman dan amal saleh.