Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Sunan Panggung? Inilah Sosok Sufi Jawa Putra Sunan Kalijaga dan Murid Syekh Siti Jenar yang Menulis Suluk Malang Sumirang

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi, Sunan Panggung murid Syekh Siti Jenar dikenal karena menulis Suluk Malang Sumirang. (Pexels/Soner Arkan )
Ilustrasi, Sunan Panggung murid Syekh Siti Jenar dikenal karena menulis Suluk Malang Sumirang. (Pexels/Soner Arkan )

SketsaNusantara.id - Sunan Panggung adalah salah satu tokoh Islam di Jawa yang kisahnya sarat dengan kontroversi.

Disebutkan dalam berbagau literatur bahwa ia merupakan putra Sunan Kalijaga dan murid Syekh Siti Jenar, seorang wali yang mengajarkan konsep Manunggaling Kawula Gusti, yang kerap ditafsirkan sebagai penyatuan antara manusia dan Tuhan.

Sebagai seorang sufi, Sunan Panggung mengajarkan spiritualitas yang mendalam dan berbeda dari kebanyakan ulama pada zamannya.

Baca Juga: Gus Dur Ungkap Makam Guru Syekh Siti Jenar di Ngawi, Jejak Islam Kejawen yang Terlupakan

Namun, ajarannya dianggap menyimpang dari syariat Islam yang dianut mayoritas masyarakat dan penguasa saat itu sehingga ia pun dianggap sebagai ancaman.

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo yang ditulis KH Agus Sunyoto, ajaran dan tindakan Sunan Panggung tidak dapat diterima oleh para wali maupun Kesultanan Demak. Ia dituduh menista agama, terutama karena kebiasaannya membawa 2 ekor anjing bernama Iman dan Tauhid ke dalam masjid.

Hal tersebut tentu saja dianggap melecehkan kesucian tempat ibadah. Para wali kemudian meminta Sultan Demak untuk menjatuhkan hukuman mati.

Baca Juga: Ada Garis Keturunan Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar di Gus Dur, Inilah Warisan Toleransi untuk Islam di Nusantara

Sidang para wali akhirnya memutuskan Sunan Panggung harus dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Namun, kejadian di tempat eksekusi justru mencengangkan banyak orang.

Saat api dinyalakan, Sunan Panggung melemparkan sandalnya. Kedua anjingnya langsung melompat masuk ke dalam kobaran api untuk mengambilnya, tetapi mereka tetap hidup tanpa terluka.

Tak lama kemudian, Sunan Panggung sendiri melangkah masuk ke dalam api. Ajaibnya, ia tetap utuh, bahkan bajunya tidak tersentuh bara sedikit pun.

Baca Juga: Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi

Di dalam kobaran api, Sunan Panggung justru menulis Suluk Malang Sumirang, sebuah naskah puitis yang menceritakan perjalanan spiritualnya.

Setelah selesai menulis, ia keluar dari api tanpa luka sedikit pun dan menyerahkan naskah tersebut kepada Sultan Demak sebelum menghilang dari hadapan publik.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X