Manusia semacam itu adalah sosok yang sudah memahami kebenaran yang sejati.
Sebaliknya, jika seseorang masih saja ribut dan mencari-cari kesalhan orang lain, ia diragukan kebenarannya.
Hanya dari kesalahan orang lain yang dicari-cari itu, ia akan mendapatkan justifikasi soal kebeneran versi dirinya sendiri.
"Masih pengen tahu salahnya orang lain di mana, yang bener itu aku, biasanya kamu masih butuh justifikasi dari kebenaranmu yang terletak dalam salahnya orang lain," pungkas Fahruddin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kenapa Doa Tak Kunjung Dikabulkan Allah? Fahruddin Faiz Ingatkan agar Tidak Salah Paham
7 Syarat Mendapatkan Ilmu yang Berkah dari Fahruddin Faiz, Nomor 5 Banyak yang Melanggarnya?
Seberat Apapun Masalahmu, Jadilah Orang Cerdas Emosi, Inilah Cirinya Menurut Fahruddin Faiz
Cara Mendapatkan Kebahagiaan dengan Ilmu, Fahruddin Faiz: Kuasai Sebanyak Mungkin
Jangan Pernah Bilang Kamu Nggak Punya Waktu, Fahruddin Faiz Bandingkan dengan Soekarno hingga KH Hasyim Asy'ari