"Allah itu tidak makan, bagaimana cara kita niru Allah makan, Allah ndak makan, Allah ndak tidur, bagaimana kita niru Allah tidur," kata Gus Baha.
Jadi, sudah sangat jelas bahwa untuk mencapai jalan yang lurus itu, manusia harus meniru mereka yang telah diberikan nikmat.
"Niru itu ya orang, karena manusia itu hadis, Allah itu Qodim. Jadi, nggak ada hubungannya barang hadis dan barang qodim. Jika kalau ingin niru ya niru manusia. Manusia itu siapa ya tentu masternya Rasulullah," kata Gus Baha.
Dengan demikian, sangat penting bagi umat Islam untuk mengikuti wasilah dari para ulama melalui sanad yang jelas.
"Tanpa ulama kita nggak tahu Nabi melakukan apa, karena ini butuh sanad," pungkas Gus Baha.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sebelum Negara Sudah Ada Ulama, Gus Baha Jelaskan Peran Kyai dalam Kemerdekaan Indonesia
Ijazah Qulhu 100x Jimat Keberuntungan: Ternyata Ini Keuntungan dari Amalan yang Disampaikan Gus Baha
Sembuh Jalur Langit, Amalan Gus Baha Bagi Orang yang Sedang Sakit, Baca Surat Berikut Sebanyak 7 Kali
Solusi Kocak Gus Baha Agar Mudah Bangun untuk Sholat Subuh: Pilih Muadzin...
Ganjarannya Surga! Gus Baha Berikan Amalan Dzikir Sederhana, Cuma 2 Kata