SketsaNusantara.id - Di pekan terakhir bulan Oktober 2024, materi Khutbah Jumat Nahdlatul Ulama (NU) yang tepat ialah mengenai pentingnya menghargai waktu.
Ada banyak anugerah dari Allah SWT yang terus mengalir kepada semua makhluknya, terutama nikmat berupa keimanan.
Namun, jangan sampai manusia melupakan bahwa sepanjang perjalanan kehidupan ini, waktu terus berputar, dan usia semakin berkurang.
Oleh sebab itu, materi teks Khutbah Jumat NU kali ini mengangkat tema tentang pentingnya manusia menghargai waktu apalagi dengan semakin berkurangnya usia.
Teks Khutbah Jumat ini diringkas oleh SketsaNusantara.id dari NU.or.id. Berikut ini adalah poin-poin ringkasannya:
1. Manusia wajib mengingat dan menyadari bahwa waktu akan terus berputar dan tidak akan pernah kembali. Bersamaan dengan itu, usia manusia juga semakin berkurang.
Baca Juga: Khutbah Jumat NU Jelang Pelantikan Presiden 20 Oktober 2024: Membangun Perdamaian di Tahun Politik
2. Jadi, penting sekali bagi manusia untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, jangan pernah melewatkan untuk melakukan kebaikan. Manfaatkanlah dengan mempertebal keimanan dan meningkatkan keimanan.
3. Ingatlah bahwa bekal terbaik di dunia adalah keimanan dan ketakwaan.
4. Ada sebuah ungkapan yang sangat penting dan mesti dipahami setiap manusia, yakni "waktu diibaratkan seperti pedang, jika tidak pandai menggunakan malah akan melukai pemiliknya".
5. Dengan menyadari bahwa waktu tidak akan bisa terulang, tidak ada pilihan lain kecuali mengisinya dengan hal bermanfaat.
6. Di sisa usia yang sedang dijalani, gunakan sebaik-baiknya dengan melakukan amal soleh.
Artikel Terkait
Teks Khutbah Jumat NU 4 Oktober 2024 tentang Cinta Tanah Air, Cocok untuk Peringatan HUT TNI ke-79
Amalan Rahasia KH Abdul Ghofur Lamongan: Hutang Lunas dan Dagangan Laris, Lakukan Minimal 3 Malam Berturut-turut
2 Amalan Agar Doa Cepat Terkabul, Ustadz Adi Hidayat: Lakukan dengan Ikhlas
Ingatlah, Ada 2 Tujuan Hidup Manusia, Fahruddin Faiz Ungkap Penyebab Kita Sering Membenci Diri Sendiri
Usai Sudah Pelantikan Presiden, Inilah Kewajiban Umat Islam terhadap Pemimpin