Kamis, 4 Juni 2026

Khutbah Jumat NU Hari Santri Nasional 2024: Pentingnya Mengingat Sejarah Jihad Mengusir Kolonialisme di Nusantara

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 05:00 WIB
Ilustrasi, teks Khutbah Jumat NU Hari Santri Nasional 2024. (Pexels.com/Muhaimin Abdul Aziz)
Ilustrasi, teks Khutbah Jumat NU Hari Santri Nasional 2024. (Pexels.com/Muhaimin Abdul Aziz)

SketsaNusantara.id - Teks Khutbah Jumat Nahdlatul Ulama (NU) yang tepat dapat menciptakan momen terbaik dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024.

HSN yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2024 harus benar-benar mewujudkan kesadaran kaum muda, khususnya santri tentang perjuangan mengusir penjajah.

Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari perjuangan para ulama dan santri yang saling bahu membahu mengenyahkan kolonialisme dari bumi Nusantara.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU Jelang Pelantikan Presiden 20 Oktober 2024: Membangun Perdamaian di Tahun Politik

Kontribusi kelompok ulama dan santri di Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan tentu sangat penting.

Oleh karena itu, teks Khutbah Jumat NU kali ini bisa mengambil tema tentang pentingnya mengingat sejarah jihad kaum santri mengusir penjajah.

Teks Khutbah Jumat NU ini ditulis oleh Ustadz H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung, dan dirangkum SketsaNusantara.id dari NU.or.id.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU Terbaru Tema Pilkada 2024, Pekan ke-2 Oktober: Pemimpin yang Buruk Lahirkan Kebijakan Buruk

Berikut ini adalah poin-poin ringkasannya:

1. Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia adalah anugerah dari Allah SWT yang wajib disyukuri. Generasi sekarang tinggal menikmati kemerdekaan tanpa pernah merasakan perjuangan memperebutkannya di masa silam.

2. Hari Santri Nasional adalah wujud pengakuan dari Pemerintah Indonesia atas peran ulama, santri, dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Khutbah Jumat NU 11 Oktober 2024 Tema Pilkada 2024, Cara Jadi Pemilih Cerdas

3. Sejarah tentang Hari Santri jangan sampai terlupakan. Cara sederhana memperingatinya adalah dengan bersyukur atas kemerdekaan. Sesuai janji Allah, jika kita bersyukur, niscaya nikmat akan ditambah. Hal ini sesuai dengan Surat Ibrahim ayat 7.

4. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 bukanlah akhir dari perjuangan bangsa Indonesia. Justru, ada peran signifikan dari para ulama dan santri yang siap menjaga dan mempertahankan kemerdekaan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X