Jika ada makam lain di sekitar, seperti makam para wali atau tokoh Islam lainnya, bisa juga dilakukan ziarah sebagai bentuk penghormatan.
Perlu diingat selama berada di makam, penting untuk menjaga adab dan etika, tidak berbicara keras, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas.
Setelah selesai ziarah, kembali ke tempat asal dengan membaca doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Makam Kerkhof Hang Tuah Kota Tegal Jateng, Jejak Peninggalan Masa Belanda Terdapat Makam Berusia 200 Tahun
Amalan saat di Depan Pintu Makam Rasulullah, Gus Faiz Madura: 2 Doa yang Paling Afdol di Dunia, Jangan Sampai Tidak Diamalkan!
Sejarah Benteng Van Den Bosch hingga Keberadaan Makam Pengikut Pangeran Diponegoro yang Dikubur Hidup-Hidup
Makam Kyai Pahing, Keturunan Tokoh Muslim Penyebar Ajaran Kristen di Pulau Jawa, Pendiri Gereja Kristen Jawi Wetan?
Menelusuri Makam Eyang Jugo di Gunung Kawi, Konon jadi Guru Spiritual Pangeran Diponegoro
Makam Ki Ageng Pametjut, Pangeran Keraton Solo yang Terlupakan, Masih Cucu Sunan Kalijaga?