Artinya adalah buah dari hasil kesetian dan kekuatannya menjadi penegak alias tiang agama, yakni sholat.
Tokoh ini juga dikenal sangat irit dalam berbicara. Ia hanya berbicara pada saat situasi penting dan genting.
Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Karakteristik pendiam tersebut juga melambangkan makna dari Bima yang sangat pandai menjaga lisan dan perbuatan dari perbuatan keji atau mungkar.
Sifat tersebut adalah buah dari kekuatan dan kesetiannya menjalankan sholat.
Menurut Ustadz Faizar, hal itu sesuai dengan Surat Al Ankabut ayat 45.
ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ustadz Faizar menyinggung hadis Rasulullah tentang manusia yang tersungkur di neraka akibat lisan mereka.
Bima juga merupakan karakter yang tidak pernah menggunakan bahasa Jawa Krama (lembut/tingkat tinggi) kepada siapa saja yang ditemui.
Sehari-harinya, ia menggunakan bahasa Jawa Ngoko yang kasar, bahkan kepada para dewa.
Ia hanya berbicara dengan bahasa Jawa Krama 2 kali. Pertama adalah saat menyamar menjadi pendeta dalam lakon Bima Suci.
Sedangkan yang kedua kepada Dewa Ruci yang ditemuinya dalam perjalanan spiritual.
Gaya komunikasi Bima yang tidak mau berbasa-basi dalam berbahasa kepada para Dewa atau bangsawan itu merupakan hasil dari keteguhannya memaknai sholat, di mana semua manusia punya kedudukan sama.***
Artikel Terkait
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit