SketsaNusantara.id - Bima alias Werkudara alias Brotoseno yang berbadan tegap, besar, gagah, dan perkasa merupakan simbol dari Rukun Islam ke-2, yakni sholat.
Nama Werkudara dari karakter kuat jagat wayang kulit ini berarti "perut serigala", merujuk pada kebiasaanya yang suka makan banyak.
Raden Brotoseno atau Wijasena merupakan nama yang diberikan Sunan Kalijaga sebagai cara menyampaikan ajaran Islam melalui wayang kulit.
Broto atau brata artinya "setia", sedangkan Seno artinya "kuat". Kenapa namanya begitu?
"Karena hanya orang-orang yang kuatlah yang bisa mendirikan sholat. Orang-orang kuat adalah orang-orang khusyuk. Dimudahkan oleh Allah supaya memiliki hati yang khusyuk," ujar Ustadz Faizar, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Muhammad Faizar, diunggah 20 November 2021.
Allah SWT telah menegaskan pentingnya sabar dan sholat yang akan menjadi sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyuk dalam Surat Al Baqoroh ayat 53.
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Bagi mereka yang kuat dan setia dalam menjalankan sholat telah dijanjikan pahala besar oleh Allah SWT.
Lalu, apa arti dari nama Wijasena?
Wija berarti "buah", Sena adalah "kuat/setia".
Artikel Terkait
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Beginilah Cara Orang Jawa Berkomunikasi tanpa Timbulkan Konflik, Jadi Metode Dakwah Islam lewat Wayang Kulit