Akhirnya ia menikah dan membawa serta keluarga kecilnya untuk berdakwah di daerah Lombok.
Sampai Habib Ali bin Umar Bafaqih memutuskan untuk menetap di Kampung Kerobokan, Keluarahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Bali.
Dalam berdakwah, ia mengajarkan banyak ilmu dari pondok pesantren yang sudah didirikannya.
Seperti ilmu tauhid, fiqih, sejarah, tafsir, hadits, nahwu sorf, olahraga, qira‘ah, qashidah, khithabah, Bahasa Arab, Inggris, Indonesia, beladiri pencak silat.
Baca Juga: Karomah Sunan Drajat, Sosok Wali Songo yang Dikenal dengan Pendekatan Dakwah yang Humanis
Keahlian lainnya juga ia ajarkan kepada murid-murid pemeluk Agama Islam di Bali. Yakni menjahit, mengetik, menukang, dan lain-lain.
Tak hanya itu, Habib Ali bin Umar Bafaqih dikisahkan memiliki karomah yang diperoleh dari anugerah Allah SWT.
Karomah ini membuat ia dikenal sebagai orang yang sakti. Tersebar kisah melegenda bahwa Habib Ali bin Umar Bafaqih bisa menundukkan pohon kelapa.
Baca Juga: Spot Taman Piknik Bisa Bawa Makanan dari Luar di Bali: View dan Direct Acces ke Sungai
Ia akan menundukkannya hanya dengan cukup melambaikan tangan untuk meminta buah dari pohon tersebut.***
Artikel Terkait
Siapakah Sunan Bayat? Mengenal Sosok Mantan Bupati Semarang yang Gila Harta hingga Jadi Ulama Paling Sabar Penyebar Islam di Tanah Jawa
Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba
Digambarkan Buruk Rupa Bermata Lebar, Bagong Menjadi Simbol Ulama, Punya Senjata Khas Petani
Eksplorasi Situs Sejarah Sumur Daksan, Tempat Bertapa Pangeran Trunojoyo Dipercaya Punya Karomah Tersendiri
Inilah Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus, Wali Pitu yang Menyebarkan Ajaran Islam di Bali
The Kwan Lie Penyebar Agama Islam di Bali: Ternyata Murid dari Wali Songo Sunan Gunung Jati Cirebon