SketsaNusantara.id - Tokoh Semar dalam wayang kulit memiliki ciri-ciri yang sangat khas sehingga sangat mudah dikenali.
Semar atau Eyang Semar juga dikenal sebagai Ki Lurah Badranaya, sosok pamomong atau pengasuh para ksatria Pandawa.
Bersama anak-anaknya, Gareng, Petruk, Bagong, ia selalu mendampingi dan memberikan nasihat kepada para ksatria Pandawa.
Karakter Punakawan dalam wayang kulit diperkenalkan pada masa syiar Wali Songo, yang dirintis dan dipopulerkan Sunan Kalijaga.
Punakawan inilah yang membedakan dari karakter wayang lain yang sudah dikenal dari era wayang beber.
Penampilan Semar memang tidak menarik secara fisik. Sosoknya yang tua, bungkuk, pendek perut dan pantat bulat, serta muka yang tidak 'good looking'.
Wujud serupa juga diwariskan pada ketiga anaknya yang masing-masing punya kekurangan fisik.
Namun, di luar semua kekurangan tersebut, mereka justru menjadi tokoh-tokoh penting dalam praktik dakwah Islam di Nusantara.
Sosok Semar misalnya, jika diperhatikan seksama, gambaran fisiknya ternyata sarat ajaran Islam.
Satu jari tangannya selalu mengacung tegak, pertanda dari pengakuan keesaan Tuhan alias ketauhidan.
"Tangannya senantiasa nunjuk, satu. Esa. Tauhid," kata Ustadz Faizar, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Muhammad Faizar yang diunggah 15 November 2021.
Artikel Terkait
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan
Sunan Kalijaga Sukses Syiarkan Islam di Jawa Lewat Tokoh Punakawan, Mau Nanggap Wayang Cukup Bayar Dua Kalimat Syahadat
Jamus Kalimosodo Senjata Ampuh Puntadewa, Warisan Dakwah Sunan Kalijaga di Wayang Kulit, Jimat Paling Ampuh untuk Manusia
Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...