SketsaNusantara.id - Ilustrasi banaspati dan lutung (monyet) dalam Gunungan wayang kulit memiliki makna yang sarat dengan ajaran Islam.
Kedua karakter tersebut ditampilkan di bagian atas, dengan sosok banaspati di bagian tengah, sedangkan ada banyak lutung di dahan-dahan pohon.
Banaspati merupakan sosok menyeramkan yang dipahami kebanyakan masyarakat Jawa sebagai kepala tanpa tubuh yang diselimuti api dengan lidah menjulur.
Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Sosok tersebut kerap digambarkan sebagai makhluk yang kerap berkeliaran di malam hari dan menebar teror ketakutan.
Lalu, kenapa ada sosok menyeramkan di gambar Gunungan wayang kulit?
Tentunya, penggambaran sosok-sosok dalam karakter wayang kulit tidak dibuat sembarangan oleh Wali Songo karena berkaitan dengan cara dakwah Islam ke masyarakat berabad-abad silam.
Ustadz Faizar menjelaskan kenapa ada gambar banaspati dan lutung di Gunungan wayang kulit.
Penggambaran sosok menyeramkan itu justru menjadi pengingat kesadaran bagi setiap muslim.
"Banaspati menggambarkan sebagai pepeling, pengingat sebagai hamba Allah jangan mudah berpanas hati, atau jangan mudah iri dengki," ujar Ustadz Faizar, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Muhammad Faizar yang diunggah 15 November 2021.
Baca Juga: Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Begitu juga dengan penggambaran lutung yang bermakna tentang pengingat manusia agar selalu bermuhasabah.
"Lutung, lulut ing petung, maksudnya adalah supaya manusia banyak-banyak bermuhasabah sebagai bentuk penjagaan dari pohon tauhid yang ada di sini," lanjut Ustadz Faizar.
Artikel Terkait
Benarkah Wayang Kulit Sengaja Dibuat Sebagai Warisan Wali Songo? Sempat Jadi Kontroversi, Begini Sejarah Wayang Kulit Sunan Kalijaga
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan