Ada semacam aturan tak tertulis yang sekaligus dapat dipahami oleh para penutur sanepan dan sasarannya.
Metode komunikasi semacam itu diakui dapat menyampaikan pesan atau ajaran dengan baik tanpa memicu konflik.
Pemakaian simbol atau sanepan itulah yang justru berhasil dalam proses dakwah Islam di Nusantara menggunakan wayang kulit.
Ada banyak sekali simbol yang dapat ditelusuri dari sekotak wayang kulit. Simbol-simbol tersebut menyiratkan banyak pesan atau ajaran mendalam mengenai Islam, sehingga sangat mudah dipahami oleh masyarakat Jawa.***
Artikel Terkait
Benarkah Wayang Kulit Sengaja Dibuat Sebagai Warisan Wali Songo? Sempat Jadi Kontroversi, Begini Sejarah Wayang Kulit Sunan Kalijaga
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Revolusi Wayang: Ide Jenius Sunan Kalijaga hingga Islam Menyebar Luas di Jawa, Dulu Hiburan Kaum Bangsawan