Minggu, 19 Juli 2026

Kesaktian Bende Pusaka Kyai Macan Peninggalan Kerajaan Mataram, Pernah Dibawa Sunan Kudus Bertemu Ki Ageng Pengging

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 12 Juli 2024 | 19:45 WIB
Ilustrasi pusaka gong atau bende Kyai Macan yang pernah dibawa Sunan Kudus. (Pixabay.com/terimakasih0)
Ilustrasi pusaka gong atau bende Kyai Macan yang pernah dibawa Sunan Kudus. (Pixabay.com/terimakasih0)

Dikutip dari babad Jaka Tingkir, bende atau gong yang dibawa Sunan Kudus beserta 7 pengawal menemui Ki Ageng Pengging mampu mengeluarkan suara auman macan yang melengking.

Baca Juga: Digelar Malam Ini! Cek Rute Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta, Patuhi Aturan Penting Ini  

Suara Bende Kyai Macan yang dibawa Sunan Kudus bisa membuat masyarakat sebuah desa geger lantaran bingung dari mana suara auman harimau yang mereka dengar.

Di desa tersebut Sunan Kudus dan rombongan bermaksud untuk mengaso atau bermalam dalam perjalanan menuju ke daerah Pengging.

Dari sumber lain, Bende Kyai Macan memiliki kesaktian seperti yang disematkan dalam namanya.

Baca Juga: Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor

Ada hubungannya dengan sosok hewan macan atau harimau, tentunya bukan hewan sembarangan.

Pusaka gamelan ini dulu pernah diberikan Pakubuwono I kepada putranya, Pangeran Prabu.

Kesaktian Bende Kyai Pradah ini bisa melindungi Pangeran Prabu yang saat itu berada di hutan belantara Lodoyo yang terkenal dengan hewan buas, termasuk harimau.

Baca Juga: Melirik Kisah Caos Dhahar, Kuliner Legendaris Khas Demak Favorit Sunan Kalijaga yang Disajikan Usai Jamasan Pusaka

Saat gong atau bende ditabuh atau dibunyikan, Pangeran Prabu terlindungi oleh pusaka tersebut dari buasnya habitat harimau saat babat alas Lodoyo.

Berbeda saat dibunyikan oleh istri Pangeran Prabu, dari Bende Kyai Macan keluar sebuah harimau putih yang bisa melindunginya.

Versi lainnya mengatakan bahwa Bende Kyai Pradah memiliki kesaktian yang bisa membunuh musuh hanya dengan mendengar bunyinya yang seperti auman harimau.***

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: Buku Atlas Wali Songo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X