Tak hanya itu, Sunan Kalijaga juga merevolusi bentuk wayang yang saat itu masih berupa wayang beber yang ditampilkan dalam wujud bentangan kain atau kertas.
Sunan Kalijaga mengusulkan untuk membuat gambar per karakter, bukan perkisah seperti wayang beber.
Karakter pada wayang-wayang itu nantinya tidak berbentuk seperti manusia melainkan berdasarkan watak.
Misalnya ksatria digambarkan perutnya pasti langsing, kecil dan rajin puasa.
Ditambah lagi, cerita dalam wayang bisa disesuaikan seperti misalnya desakralisasi dewa yang dianggap tidak bisa salah namun kini bisa ditegur oleh manusia.
Ide brilian tersebut membuat wayang yang dulunya merupakan hiburan para bangsawan kini bisa dinikmati oleh semua kalangan sekaligus menjadi salah satu alat dakwah agama Islam.***
Artikel Terkait
Benarkah Wayang Kulit Sengaja Dibuat Sebagai Warisan Wali Songo? Sempat Jadi Kontroversi, Begini Sejarah Wayang Kulit Sunan Kalijaga
Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang Kulit Sebagai Warisan Budaya Keilmuan Abadi dan Kisah Seorang Wali yang Pernah Jadi Perampok
Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Lakon Dewa Ruci: Cerita Pewayangan Favorit Sunan Kalijaga yang Sarat Ajaran Agama, Tentang Apa?
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
Unik! Blangkon Senantiasa Jadi Ciri Khas Penampilan Sunan Kalijaga, Ternyata Ini Makna dan Nilai yang Terkandung pada Penggunaannya