"Maka Bukit Giri yang kemudian kita lihat sekarang itulah yang menjadi markas dakwahnya, Sunan Giri kelak akan dikenal sebagai guru para raja-raja Nusantara," ujar Ustadz Salim, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Pro-You Channel, yang diunggah 29 Januari 2023.
Santri-santrinya tersebar di seluruh wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, mulai dari Aceh hingga Ternate.
"Dakwahnya menggapai seluruh jazirah, pangeran dari Aceh, pangeran dari Jambi, pangeran dari Palembang, pangeran dari Banjar, pangeran dari Bulungan, pangeran dari Ternate, bahkan Zaenal Abidin, sultan dari Ternate, itu cuti dari jabatannya sebagai raja, 4 tahun untuk nyantri ke Giri," lanjut Ustadz Salim.
Saking besarnya pengaruh Sunan Giri, ada seorang pengelana dari Portugis yang menjulukinya sebagai Paus-nya Nusantara.
Sebagaimana diketahui, Paus merupakan gelar pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia yang menjadi Imam Agung atau Imam Besar.
"Sehingga, seorang pengelana dari Portugis menulis tentang Sunan Giri, dia gelari sebagai Pausnya Nusantara, Pausnya Jawa," ujar Ustadz Salim.
Dalam cerita rakyat yang berkembang dan diwariskan setiap generasi, sunan ini juga punya sejumlah karomah sebagaimana yang dimiliki anggota Wali Songo lainnya.
Salah satu karomah yang dimiliki adalah mampu mengubah pena menjadi keris bernama Kala Munyeng. Peristiwa itu dikenal dalam babak sejarah saat Sunan Giri diserang oleh Pasukan Majapahit yang diutus Prabu Kertawijaya.***
Artikel Terkait
Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa
Ajaib, Ubah Kolang-Kaling Jadi Emas, Gimana Caranya? 3 Kesaktian Sunan Bonang Wali Songo yang Tak Banyak Orang Tau
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit Hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Keturunan Rasulullah SAW Ke 24 Tumbangkan Majapahit, Ini Karomah Luar Biasa Sunan Kudus Wali Songo Saat di Medan Perang
Lakon Dewa Ruci: Cerita Pewayangan Favorit Sunan Kalijaga yang Sarat Ajaran Agama, Tentang Apa?