Minggu, 19 Juli 2026

Momen Terbaik Dikabulkan Semua Doa, Rasulullah SAW Peringatkan tentang Orang yang Paling Buruk Kedudukannya di Hari Arafah, Ini Ciri-Cirinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB
Ilustrasi peringatan Rasulullah mengenai orang yang paling buruk kedudukannya di Hari Arafah adalah mereka yang berprasangka buruk pada Allah SWT (Pixabay/Saurabh)
Ilustrasi peringatan Rasulullah mengenai orang yang paling buruk kedudukannya di Hari Arafah adalah mereka yang berprasangka buruk pada Allah SWT (Pixabay/Saurabh)

SketsaNusantara.id - Hari Arafah menjadi salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pada hari inilah kaum muslim dianjurkan memperbanyak doa, zikir, serta menjalankan puasa sunnah Arafah yang memiliki keutamaan luar biasa, termasuk penghapus dosa selama dua tahun.

Namun di balik kemuliaan Hari Arafah, Rasulullah SAW ternyata pernah memperingatkan tentang sosok manusia yang dianggap memiliki kedudukan paling buruk dan dosa paling besar pada hari penuh ampunan tersebut.

Baca Juga: Apa Perbedaan Puasa Tarwiyah dan Arafah? Inilah Tata Cara Melaksanakan Amalan Sunnah Jelang Idul Adha yang Punya Keutamaan Menggugurkan Dosa 2 Tahun

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Yang paling besar dosanya di antara manusia adalah seseorang yang berwukuf di Arafah, lalu ia berprasangka bahwa Allah tidak mengampuninya."

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu'ab al-Iman dan Ibnu Abdil Bar dalam kitab At-Tamhid dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Dalil tersebut menjadi pengingat penting bahwa suudzon atau berburuk sangka kepada Allah SWT termasuk perbuatan yang sangat tidak disukai Sang Khaliq.

Terlebih, jika prasangka tersebut muncul di Hari Arafah yang dikenal sebagai hari penuh rahmat dan pengampunan. Berputus asa dari rahmat dan pengampunan Allah pada hari mustajab ini merupakan kerugian yang sangat besar.

Baca Juga: 7 Hal yang Dilarang Selama Melaksanakan Wukuf di Arafah Supaya Ibadah Lebih Khusyuk

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, disebutkan bahwa Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji ketika jutaan jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah SWT mencurahkan rahmat dan membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Karena itu, merasa putus asa dari ampunan Allah justru dianggap sebagai kesalahan besar. Sikap tersebut seolah membatasi keluasan rahmat Allah SWT yang sesungguhnya meliputi segala sesuatu.

Dalam Islam, umat muslim diperintahkan untuk selalu memiliki sikap husnudzan atau prasangka baik kepada Allah, terutama ketika memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Karena sejatinya Allah SWT adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemenag.go.id, Youtube Al Bahjah TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X