Minggu, 19 Juli 2026

Apa Hukum Ngabuburit Bersama Pacar di Bulan Ramadhan? Hati-Hati dengan Risikonya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi hukum ngabuburit bersama pacar. (Pexels/friendly)
Ilustrasi hukum ngabuburit bersama pacar. (Pexels/friendly)

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa tidak bernilai jika diiringi perbuatan buruk. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dengannya, dan kebodohan, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumannya.”

Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga akhlak selama berpuasa. Esensi puasa terletak pada pembentukan karakter dan pengendalian diri.

Ulama salaf juga menekankan bahwa puasa tanpa menjaga diri dari maksiat dianggap tidak sempurna. Nilai ibadah berkurang meski sah secara hukum.

Ngabuburit yang melibatkan sentuhan fisik, tatapan syahwat, atau suasana yang memicu nafsu dinilai mendekati zina. Aktivitas semacam ini perlu dihindari.

Selain mengurangi pahala, kebiasaan tersebut juga berpotensi melalaikan kewajiban ibadah. Waktu sore seharusnya diisi dengan zikir, doa, dan persiapan berbuka.

Ramadan merupakan momentum pembinaan diri secara spiritual. Setiap aktivitas dianjurkan mengarah pada peningkatan keimanan.

Dengan demikian, ngabuburit bersama pacar saat puasa tetap sah. Namun, pengendalian diri dan menjaga batas menjadi kunci menjaga kualitas ibadah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X