Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa tidak bernilai jika diiringi perbuatan buruk. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dengannya, dan kebodohan, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumannya.”
Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga akhlak selama berpuasa. Esensi puasa terletak pada pembentukan karakter dan pengendalian diri.
Ulama salaf juga menekankan bahwa puasa tanpa menjaga diri dari maksiat dianggap tidak sempurna. Nilai ibadah berkurang meski sah secara hukum.
Ngabuburit yang melibatkan sentuhan fisik, tatapan syahwat, atau suasana yang memicu nafsu dinilai mendekati zina. Aktivitas semacam ini perlu dihindari.
Selain mengurangi pahala, kebiasaan tersebut juga berpotensi melalaikan kewajiban ibadah. Waktu sore seharusnya diisi dengan zikir, doa, dan persiapan berbuka.
Ramadan merupakan momentum pembinaan diri secara spiritual. Setiap aktivitas dianjurkan mengarah pada peningkatan keimanan.
Dengan demikian, ngabuburit bersama pacar saat puasa tetap sah. Namun, pengendalian diri dan menjaga batas menjadi kunci menjaga kualitas ibadah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jangan Asal Nyemplung! Ini Hukum Berenang saat Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Dalil dan Pendapat Ulama
Sering Mandi saat Puasa, Bolehkah dan Apakah Berpahala? Ini Penjelasan Lengkap Ulama agar Puasa Tetap Sah dan Aman
Bolehkah Menyikat Gigi Siang Hari Saat Puasa? Inilah Jawaban Buya Yahya
5 Poster Tema Ramadhan 1447 Hijriah Cocok untuk Jadwal Aktivitas Selama Puasa, Edit dan Download Gratis
Gus Miftah Kembali Berdakwah di Klub Malam, Gelar Tausiah dan Buka Puasa Bersama Pekerja 1001 Hotel Jakarta