SketsaNusantara.id - Menjelang bulan Ramadhan, pertanyaan seputar niat puasa kerap muncul di tengah masyarakat. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah soal lupa niat puasa di malam hari.
Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, terutama saat kelelahan atau tertidur lebih awal.
Kegelisahan itu wajar. Sebab, niat menjadi penentu sah tidaknya sebuah ibadah. Dalam puasa Ramadhan, niat memiliki posisi yang sangat krusial. Kesalahan kecil di tahap ini bisa menimbulkan kebingungan berkepanjangan.
Baca Juga: Bagaimana Bacaan Doa Berbuka Puasa Ramadhan? Simak Tulisan Arab, Latin, serta Terjemahannya!
Lupa merupakan hal yang wajar, tetapi pasti ada aturan hukum Islam yang bisa menjawab keresahan umat Islam yang mengalaminya.
Nah, berikut ini adalah penjelasan yang dilansir dari nu.or.id.
Dalam Islam, niat menjadi fondasi utama setiap amal. Rasulullah SAW menegaskan bahwa nilai amal bergantung pada niat. Karena itu, ulama sepakat menempatkan niat sebagai rukun ibadah, termasuk dalam puasa.
Baca Juga: Ngaku Puasa tapi Tinggalin Sholat, Apakah Puasanya Tetap Sah? Begini Penjelasan dari Muhammadiyah
Khusus puasa wajib seperti Ramadan, qadha, dan nadzar, niat disyaratkan dilakukan di malam hari. Ketentuan ini menjadi pendapat mayoritas ulama, terutama dalam madzhab Syafi’i yang dianut luas di Indonesia.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan, niat puasa wajib harus dilakukan sebelum fajar. Ia merujuk pada hadits Rasulullah SAW, “Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.”
Berdasarkan pandangan tersebut, puasa Ramadhan tanpa niat di malam hari dinilai tidak sah menurut madzhab Syafi’i. Pasalnya, keabsahan puasa sangat bergantung pada niat yang dilakukan pada waktu yang ditentukan.
Namun, perbedaan pendapat muncul di kalangan ulama. Madzhab Hanafi membolehkan niat dilakukan di siang hari, baik untuk puasa wajib maupun sunah. Meski begitu, puasa dianggap kurang sempurna jika niat tidak dilakukan sejak malam.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi mencatat perbedaan ini dalam Hasyiyatul Iqna’. Ia menyebut bahwa madzhab Syafi’i menilai puasa tanpa niat malam hari tidak sah, sementara Hanafiyah memandangnya sah tetapi tidak sempurna.
Dalam praktiknya, seseorang yang lupa niat di malam hari dianjurkan segera berniat ketika ingat di siang hari. Puasa tetap diteruskan sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.
Artikel Terkait
Zulkifli Hasan Pastikan MBG Tetap Berjalan Selama Bulan Puasa, Begini Skema dan Menunya
10 Link Twibbon Khas Ramadhan 2026, Cara Unik Menyambut Bulan Puasa dan Berbagi Kebahagiaan di Media Sosial
Banyak yang Salah Paham? Menonton Video Dewasa saat Puasa Ternyata Tidak Membatalkan, Tapi Hati-Hati dengan Hal ini
Banyak yang Ragu, Bolehkah Niat Puasa Setelah Imsak? Ini Penjelasan Lengkap Waktu Sahur dan Awal Puasa
Puasa Tetap Sah meski Berbohong? Ini Penjelasan Lengkap Ulama soal Dampaknya pada Pahala dan Nilai Puasa