Kitab fiqih juga membahas kondisi seseorang yang memulai puasa dalam keadaan mukim, lalu melakukan perjalanan. Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai boleh atau tidaknya berbuka dalam situasi tersebut, tergantung waktu dan kondisi perjalanan.
Penjelasan lain menyebutkan, seseorang yang telah melewati batas perjalanan musafir sebelum fajar memiliki kebolehan berbuka. Jika belum melewati batas tersebut hingga fajar terbit, maka kewajiban puasa tetap berlaku.
Kiai AMA menegaskan bahwa kekuatan fisik menjadi pertimbangan penting. Jika seseorang mampu berpuasa tanpa mengganggu kesehatan, maka berpuasa dinilai lebih utama meskipun sedang mudik.
“Maka memilih waktu yang tepat untuk mudik dan menyiapkan bekal selama dalam perjalanan itu penting. Selain hal di atas tentu tidak kalah pentingnya adalah membekali kita dengan ilmu pengetahuan tentang tata cara ibadah dalam selama dalam perjalanan,” kata Kiai Muiz.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
10 Link Twibbon untuk Menyambut Ramadhan 2026, Syiarkan Bulan Puasa yang Penuh Rahmat
10 Ucapan untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2026, Menambah Semangat Beribadah Puasa
Marhaban Ya Ramadhan! Cek 10 Link Twibbon Spesial Ramadhan 2026, Tema Islami Khusus Puasa 1447 Hijriah
Kultum 7 Menit Menyambut Ramadhan 2026:Mengingat Makna Puasa dan Persiapan Ibadah
3 Amalan Utama Menuju Bulan Suci Ramadhan dan Doa Penting Menyambut Puasa dari Ustaz Adi Hidayat