Di sisi lain, atasan memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin. Kebijakan yang dibuat harus adil, etis, dan tidak merugikan bawahan. Atasan juga berkewajiban membuka ruang komunikasi dua arah di lingkungan kerja.
Kepemimpinan menuntut kesiapan mendengar masukan dan kritik dari karyawan.
Lingkungan kerja yang sehat lahir dari dialog, bukan tekanan sepihak. Kebijakan yang menutup ruang suara berpotensi merusak harmoni kerja.
Islam menempatkan keadilan sebagai fondasi utama dalam setiap kepemimpinan. Atasan dan bawahan sama-sama terikat oleh nilai moral dan tanggung jawab. Dengan prinsip ini, relasi kerja diharapkan berjalan adil dan bermartabat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengenal KH Adlan Aly, Ulama Hafiz Qur'an dan Pendiri Pesantren Putri Pertama di Cukir Jombang
Larangan Tegas terhadap Perbuatan Syirik, Primbon Ajaran Sunan Bonang Dianggap Kunci Memahami Islam Wali Songo
Kultum 7 Menit Menyambut Ramadhan 2026:Mengingat Makna Puasa dan Persiapan Ibadah
Sya'ban, Bulan Ruwah Menurut Tradisi Jawa yang Berarti Ngruwat Arwah
Ijazah Abah Guru Sekumpul holawat 10.000 Kali agar Menjadi Murid Rasulullah