Penjelasan tersebut menempatkan puasa sebagai ibadah yang dijalani dengan kesadaran historis. Cara pandang orang terdahulu menjadi bagian dari proses pembentukan niat.
Gus Baha juga menegaskan bahwa warisan keilmuan para ulama menjadi fondasi dalam memahami ibadah. Ijazah dan sanad ilmu berperan menjaga kesinambungan pemahaman agama.
Melalui nasihat tersebut, umat diingatkan agar tidak memisahkan ibadah dari tradisi keilmuan. Puasa dipahami sebagai praktik yang diwariskan secara turun-temurun.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ditanya Soal Sejarah Panggilan Gus, Jawaban Gus Baha Bikin Jamaah Tertawa: Memang Saya Termasuk…
Cek! Waktu Terbaik Puasa Rajab Menurut Gus Baha, Ada 2 Pilihan, Sesuaikan dengan Kemampuan
Gus Baha Bagikan Dzikir Pendek Amalan Rasulullah SAW, Bisa Dibaca Saat Hati Gelisah, Manjur!
Meminta atau Mendikte Allah? Gus Baha Ungkap 2 Adab dalam Doa: Berdoa Itu yang…
Tersenyum saat Sholat, Dosa atau Tidak? Ustadz Abdul Somad dan Gus Baha Punya Jawaban Mengejutkan