SketsaNusantara.id - Menjelang bulan suci Ramadhan, pembahasan tentang niat dan cara memaknai puasa kembali mengemuka. Banyak umat Islam mencari rujukan agar ibadah dijalani dengan pemahaman yang tepat.
Dalam sejumlah ceramahnya, Gus Baha kerap mengulas pandangan ulama terdahulu terkait puasa. Penjelasan tersebut merujuk pada tradisi keilmuan yang diwariskan secara berkelanjutan.
Salah satu nasihat tersebut disampaikan Gus Baha melalui potongan ceramah yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Gus Baha Menjawab! Mana yang Lebih Utama, Berkurban 1 Kambing 1 Orang Atau 1 Sapi Untuk 7 Orang?
Materi itu menekankan pentingnya meneladani cara pandang orang-orang terdahulu.
Gus Baha menjelaskan bahwa pemahaman tentang niat puasa tidak bisa dilepaskan dari warisan para ulama. Ia menyebut ijazah yang diterima dari para guru sebagai rujukan utama.
“Supaya tahu caranya niatnya orang-orang dahulu ketika puasa atau cara pandang orang terdahulu tentang puasa, di antara ijazah Mbah Maimoen Zubair, guru kami, juga ijazah bapak itu, saya masih ingat,” kata Gus Baha, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan video shorts Youtube akun @GPDCorpSanggau.
Dalam penjelasannya, Gus Baha kemudian menyebutkan ayat Surat Al Fatihah. Ayat tersebut menjadi dasar doa yang terus dibaca dalam setiap salat.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
Menurut Gus Baha, ayat tersebut mengandung permohonan agar manusia diarahkan pada jalan orang-orang yang telah diberi nikmat. Jalan tersebut merujuk pada teladan generasi sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa kesalehan tidak berdiri sendiri tanpa rujukan. Pemahaman agama dibangun melalui kesinambungan ilmu dari para pendahulu.
“Jadi, kita tidak bisa soleh tanpa meniru orang terdahulu, kita tidak bisa baik tanpa meniru orang terdahulu,” ujar Gus Baha.
Artikel Terkait
Ditanya Soal Sejarah Panggilan Gus, Jawaban Gus Baha Bikin Jamaah Tertawa: Memang Saya Termasuk…
Cek! Waktu Terbaik Puasa Rajab Menurut Gus Baha, Ada 2 Pilihan, Sesuaikan dengan Kemampuan
Gus Baha Bagikan Dzikir Pendek Amalan Rasulullah SAW, Bisa Dibaca Saat Hati Gelisah, Manjur!
Meminta atau Mendikte Allah? Gus Baha Ungkap 2 Adab dalam Doa: Berdoa Itu yang…
Tersenyum saat Sholat, Dosa atau Tidak? Ustadz Abdul Somad dan Gus Baha Punya Jawaban Mengejutkan