Tanda terakhir adalah “Yadul Muftihah”. Tangannya ringan membantu. Ia tidak menunggu diminta. Bantuan diberikan sesuai kemampuan, tanpa pamer atau perhitungan. Perbuatannya sering lebih dulu hadir sebelum kata-kata.
Kelima tanda ini saling berkaitan. Wajah yang membahagiakan lahir dari hati penuh rahmah. Lisan yang menenangkan muncul dari dada yang lapang.
Tangan yang ringan membantu tumbuh dari kepedulian yang tulus.
Penjelasan Abah Guru Sekumpul ini menunjukkan bahwa kebaikan bukan sesuatu yang rumit. Ia tampak dari sikap sederhana yang konsisten. Kebaikan tidak selalu terdengar keras, tetapi terasa nyata dalam keseharian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jangan Tertipu Dunia! Inilah 7 Nasihat Abah Guru Sekumpul tentang Lelahnya Mengejar yang Fana
Amalan Ringan Penarik Rezeki Hissi, Bacaan dari Abah Guru Sekumpul yang Bisa Dilakukan Tiap Hari
Ingin Sholat Lebih Khusyuk? Ini Doa Sebelum Takbiratul Ihram yang Diajarkan Abah Guru Sekumpul dan Makna Mendalam di Baliknya
Doa Singkat 100 Kali Sebelum Tidur Ini Disebut Bisa Mempertemukan Kita dengan Rasulullah Menurut Amalan Abah Guru Sekumpul
Jangan Membangun Rumah yang Tidak Ditempati! Inilah 5 Pesan Penting dari Abah Guru Sekumpul agar Selamat Dunia dan Akhirat