Kamis, 4 Juni 2026

3 Nasihat Mbah Moen kepada Orang Tua tentang Cara Menyiapkan Kesuksesan bagi Anaknya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 22:00 WIB
Mbah Moen memberikan amalan agar menghindari 10 hal setelah menikah, supaya rezeki tidak seret. (Instagram/juminah7345)
Mbah Moen memberikan amalan agar menghindari 10 hal setelah menikah, supaya rezeki tidak seret. (Instagram/juminah7345)

SketsaNusantara.id - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Harapan akan kesuksesan anak kerap menjadi doa tak henti yang dipanjatkan sejak mereka kecil, bahkan sebelum mereka lahir ke dunia.

Di balik usaha keras mencari nafkah, menyekolahkan anak di tempat terbaik, dan memberikan fasilitas yang memadai, ada satu hal yang seringkali terlewa, kekuatan spiritual dan peran doa orang tua.

Di tengah masyarakat yang semakin modern, tak jarang ukuran sukses menjadi sempit: jabatan tinggi, penghasilan besar, atau gelar akademis.

Baca Juga: Nasihat Mbah Moen Ini Bukan Sekadar Petuah, Tapi Kunci Hidup Tenang, Rezeki Lancar, dan Selamat Dunia Akhirat

Padahal, di dalam tradisi dan nilai-nilai Islam, kesuksesan anak bukan hanya perkara dunia, tapi juga bagaimana ia tumbuh sebagai pribadi yang berkah dan membawa manfaat bagi orang lain.

Dalam sebuah nasihat singkat namun dalam maknanya, KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen), seorang ulama karismatik yang disegani di Indonesia, menyampaikan pesan yang menyentuh tentang cara orang tua mendoakan anaknya:

"Puasai dia di hari lahirnya, sedekah atas namanya, tahajudin dan doakan dia, karena tidak ada penghalang antara doa ibu kepada anaknya," dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @juminah7345.

Baca Juga: Agar Hidup Lebih Kuat, Ada 4 Nasihat Mbah Moen atau Kyai Maimoen Zubair yang Sangat Mudah Diterapkan: Jangan Terlalu Benci Nanti Malah Nempel Betulan

Nasihat tersebut bukan hanya ajakan, tapi panduan spiritual yang sarat makna. Mbah Maimoen ingin mengingatkan bahwa kesuksesan anak bisa dipupuk bukan hanya dengan usaha lahiriah, tetapi juga dengan pendekatan batiniah yang kuat dan istiqomah.

1. Puasa di Hari Lahir Anak

Berpuasa di hari kelahiran anak bukan hanya bentuk syukur, tapi juga ikhtiar spiritual yang penuh makna.

Dalam laku ini, orang tua seakan menebus dan menjaga anak dari perkara yang tak terlihat.

Kesungguhan dalam menahan diri menjadi tanda kepasrahan total kepada Sang Pencipta agar anak diberi kebaikan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @juminah7345

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X