Minggu, 19 Juli 2026

Buat Apa Rajin Tahlilan dan Tahajud jika Masih Saja Begitu? Ingatlah Pesan dari Mbah Moen ini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 18 Maret 2025 | 05:00 WIB
Nasihat Mbah Moen tentang hal lebih penting dari rajin tahajud dan tahlilan. (Facebook/NU Online)
Nasihat Mbah Moen tentang hal lebih penting dari rajin tahajud dan tahlilan. (Facebook/NU Online)

SketsaNusantara.id - Selama Ramadhan, banyak orang berlomba-lomba dalam ibadah, mulai dari tahlil, tahajud, hingga amalan-amalan lainnya.

Namun, apakah ibadah-ibadah tersebut benar-benar membawa manfaat jika hati masih dipenuhi kebencian, iri, atau kesombongan?

Kyai Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen, mengigatkan bahwa setiap bentuk ibadah mulai dari tahajud hingga tahlilan akan dipertanyakan jika yang melakukannya masih memiliki hati kotor.

Baca Juga: Nasihat Mbah Moen: 5 Hal yang Harus Dijaga agar Pekerjaan Berkah dan Hidup Tenang

Dalam salah satu nasihat yang dikutip dari akun Instagram @juminah7345, beliau mengatakan bahwa jika seseorang tidak kuat menjalankan tahajud, lebih baik ia fokus pada tirakat.

"Buat apa rajin tahlil, tahajud tapi hatinya jelek? Nauzubillah," dikutip SketsaNusantara.id.

Tirakat yang dimaksud yakni sikap tawakal dan berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.

Baca Juga: Nasihat Mbah Moen: Tak Punya Mobil dan Rumah Mewah? Tenang, yang Penting Bukan Satu Ini

Pesan tersebut mengingatkan kita bahwa ibadah tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga harus diiringi dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.

Seseorang yang rajin beribadah tetapi hatinya masih penuh keburukan justru bisa menjauhkan diri dari ridho Allah.

Tirakat bukan sekadar meninggalkan kenyamanan atau menahan diri dari kesenangan duniawi. Tirakat dalam makna yang lebih luas adalah bentuk ketulusan dalam menerima takdir Allah setelah berusaha sebaik mungkin.

Baca Juga: Amalan Rumah Tangga Bahagia, Nasihat Mbah Moen agar Suami Lebih Sabar dan Bersyukur

Konsep ini mengajarkan bahwa dalam beribadah, kita tidak boleh hanya terpaku pada kuantitas. Lebih dari itu, kualitas dan niat di baliknya yang harus menjadi perhatian utama.

Seseorang yang bertirakat tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah lahiriah, tetapi juga dengan menjaga hati dari berbagai penyakit batin seperti riya’, hasad, dan takabur.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @juminah7345

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X