Namun, sang bocah kecil memberikan nasihat balik yang mencengangkan, “Wahai Imam, hati-hati dengan gelar bapak.
Baca Juga: Rahasia 3 Kebahagiaan dalam Islam: Buya Hamka dan Pemikirannya Menurut Fahruddin Faiz
Jangan sampai bapak tergelincir ke neraka karena gelar.”
Ia melanjutkan dengan kalimat tajam:
“Sepatu kayu saya ini mungkin hanya menggelincirkan saya di dunia. Tapi gelar bapak dapat menjerumuskan bapak ke dalam api yang kekal, jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”
Imam Abu Hanifah pun tersungkur menangis. Ia terharu sekaligus bersyukur atas pengingat itu, sesuatu yang datang bukan dari kitab besar, bukan dari para ulama lain, tetapi dari lisan polos seorang anak kecil yang jujur.
Kisah ini bukan sekadar potongan sejarah, tetapi cermin bagi siapa pun yang merasa memiliki posisi, pengaruh, atau kehormatan di tengah masyarakat.
Bahwa bahkan gelar yang tampak mulia bisa menjadi jebakan jika tidak disertai kerendahan hati.
Nasihat sang bocah kecil ibarat oase di tengah padang kesombongan manusia modern yang mengejar validasi sosial.
Kadang, yang paling bijak bukanlah yang paling lantang atau paling senior, tetapi justru yang hatinya masih bening dan belum terkontaminasi dunia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Semua Masalah Berat akan Selesai jika Memiliki Hal ini, Ada Rahasia yang Diungkap Fahruddin Faiz
Tak Usah Buru-Buru, Fahruddin Faiz Ingatkan Ada yang Penting agar Tujuan Tercapai
Jangan Cengeng dan Mengeluhkan Hidupmu, Fahruddin Faiz Ungkap Jawaban Mengapa Allah Terus-menerus Memberikan Ujian pada Manusia
Ada Orang yang Tak Senang dengan Dirimu? Fahruddin Faiz Tegaskan Nasihat dari Imam Syafi'i
Kajian Fahruddin Faiz: Cara Cerdas Menghindari Keinginan yang Justru Bikin Kamu Kehilangan Hal Berharga!