Minggu, 19 Juli 2026

5 Bahaya Orang yang Suka Ngutang Menurut Buya Yahya, Salah Satunya Merusak Rumah Tangga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi, ada banyak bahaya jika terbiasa ngutang menurut penjelasan Buya Yahya. (Pexels/Defrino Maasy)
Ilustrasi, ada banyak bahaya jika terbiasa ngutang menurut penjelasan Buya Yahya. (Pexels/Defrino Maasy)

“Ngutang gampang, giliran mengembalikan susah,” ujarnya.

Kondisi ini membuat orang terus mencari utang baru untuk menutup utang lama. Akibatnya, hidup penuh tekanan, dikejar-kejar tagihan, dan kehilangan ketenangan.

3. Menggerogoti Kebahagiaan Rumah Tangga

Salah satu dampak paling nyata dari kebiasaan ngutang adalah terganggunya kehidupan rumah tangga. Buya Yahya menyoroti bahwa pasangan yang gemar berutang akan sulit merasa puas dan tenang.

Baca Juga: Apa Hukum Berkurban Idul Adha dengan Kambing Betina? Ini Kata Buya Yahya Soal Hewan Kurban Selain Jantan: Itu Keyakinan Mulai...

Dalam ceramahnya, beliau menyebut: "Kalau suami istri punya kebiasaan ngutang itu tidak akan puas."

Artinya, kebiasaan ini bisa memicu pertengkaran, kecurigaan, bahkan konflik berkepanjangan antara pasangan.

4. Jalan Menuju Dosa dan Perilaku Haram

Ketika sudah terjebak utang, orang bisa terdorong melakukan apa saja demi bisa membayar. Ini termasuk melakukan pekerjaan haram, berdusta, atau menipu orang lain.

Baca Juga: Apa Amalan untuk Malam Idul Adha? Buya Yahya Anjurkan Perbanyak Membaca Ini Jelang Hari Raya Kurban Sesuai Ajaran Islam

Buya Yahya menyebut ini sebagai bagian dari jerat setan yang menjerumuskan orang dari satu utang ke utang berikutnya.

Hal ini bukan hanya bahaya finansial, tapi sudah menjadi ancaman spiritual dan moral.

5. Menjauhkan Diri dari Rasa Syukur dan Qana’ah

Kebiasaan ngutang menjauhkan seseorang dari rasa cukup (qana’ah) dan syukur atas apa yang dimiliki. Ketika seseorang selalu merasa kurang, ia tidak bisa merasakan kebahagiaan sejati yang muncul dari hati yang bersyukur. Dalam ceramahnya, Buya mengingatkan:

“Merasalah cukup dengan apa yang Allah telah karuniakan. Syukuri apa yang Allah karuniakan.”

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Buya Yahya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X